Forum Fokus Hukum 2025: Perkuat Investasi Nasional Melalui Reformasi Regulasi
Analis Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat berpartisipasi aktif dalam Forum Diskusi Peningkatan dan Pengembangan Kapasitas Analis Hukum (Fokus Hukum). Kegiatan bertema "Mengurai Hambatan Regulasi, Memperkuat Fondasi Investasi Nasional" ini diselenggarakan secara daring oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Peran Strategis Analis Hukum dalam Reformasi Regulasi
Kepala BPHN, Min Usihen, menegaskan peran krusial analis hukum dalam mewujudkan kebijakan hukum yang adaptif terhadap dinamika investasi dan perkembangan ekonomi global. Forum ini bertujuan memperkuat kapasitas analis hukum dalam mendukung agenda reformasi regulasi nasional.
ASN JFT Analis Hukum Kanwil Kemenkum Kalimantan Barat yang turut serta meliputi Ary Widya Anitasari, Henni Oktora Widiastuti, Zahrah Wulansari, dan Mahesa Maura. Mereka mengikuti secara aktif seluruh rangkaian paparan dan diskusi yang berlangsung.
Evaluasi Regulasi Penghambat Investasi Berbasis B-Ready Index
Aria Suyudi, Ketua Sekolah Tinggi Jentera Indonesia, memaparkan analisis mendalam tentang reformasi regulasi 2025. Presentasinya berfokus pada evaluasi regulasi yang menghambat investasi dan kemudahan berusaha menggunakan kerangka B-Ready Index World Bank Group.
Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat tiga aspek utama: kepailitan lintas batas, digitalisasi peradilan, dan efisiensi penyelesaian sengketa. Peningkatan di ketiga area ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing investasi Indonesia di tingkat global.
Target Pertumbuhan Ekonomi 8% dan Deregulasi melalui PP No. 28 Tahun 2025
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Riyatno, mengungkapkan bahwa reformasi regulasi menjadi faktor penentu pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029.
Pemerintah saat ini menyempurnakan kerangka deregulasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 yang menggantikan PP Nomor 5 Tahun 2021. Langkah ini bertujuan memperkuat sistem Online Single Submission (OSS) dan menyederhanakan 15 sektor perizinan berbeda.
Rekomendasi Strategis Forum Fokus Hukum 2025
Forum menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, termasuk:
- Percepatan harmonisasi regulasi berorientasi kepastian hukum
- Penyederhanaan birokrasi perizinan
- Penerapan digitalisasi dalam sistem hukum dan investasi nasional
Komitmen Kemenkum Kalbar Tingkatkan Iklim Investasi Daerah
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat, Jonny Pesta Simamora, menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif para analis hukum dalam forum strategis nasional ini.
"Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi analis hukum untuk memperkuat kapasitas analisis dan evaluasi regulasi yang berdampak langsung pada sektor investasi dan dunia usaha," tegas Jonny.
Dia menekankan bahwa dalam konteks pembangunan hukum nasional, peran analis hukum harus semakin adaptif dan berbasis data (evidence-based).
Implementasi Hasil Forum untuk Pembangunan Kalimantan Barat
Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kemenkum Kalimantan Barat akan menggunakan hasil forum sebagai referensi dalam:
- Penyusunan rekomendasi kebijakan hukum daerah
- Pembinaan teknis bagi ASN fungsional analis hukum
- Memperkuat sinergi antara reformasi regulasi dan peningkatan iklim investasi di Kalimantan Barat
Jonny menutup dengan pernyataan visioner: "Arah kebijakan hukum ke depan harus berorientasi pada kemudahan berusaha dan keadilan ekonomi. Setiap regulasi yang lahir perlu menjamin kepastian hukum sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional."
Artikel Terkait
Juru Parkir di Makassar Viral Minta Tarif Rp20.000, Polisi Amankan Pelaku
Akun Instagram Ahmad Dhani Diduga Diretas, Munculkan Promo Emas dan iPhone dengan Harga Tak Wajar
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Kompolnas Jadi Lembaga Independen Pengawas Polri
Harga Emas Galeri24 Naik Rp10.000, UBS Justru Terkoreksi Rp13.000 per Gram