Di sisi lain, Muzakir tak lupa menyampaikan permintaan maafnya kepada para korban. Ia menegaskan, fokus pemerintah sekarang hanya satu: menangani mereka yang selamat dan terus mencari yang masih hilang.
"Tugas kita sekarang adalah membantu saudara-saudara yang kehilangan rumah dan keluarga," tegasnya.
Yang membuatnya terhenyak adalah skala kerusakannya. Dalam keterangannya, Gubernur sampai membandingkan musibah ini dengan tsunami Aceh yang terjadi dua puluh tahun lalu. Bukan perbandingan yang dibuat-buat. Baginya, dampak dan kedahsyatan peristiwa ini terasa sangat mirip, bahkan mungkin lebih berat.
"Aceh seperti mengalami tsunami kedua," tuturnya. "Rasanya lebih berat dari apa yang pernah kita hadapi sebelumnya."
Artikel Terkait
Medali Nobel Perdamaian Machado Berlabuh di Tangan Trump
Kiai Eko Tuding Bencana Aceh Sebagai Laknat, Warganet Geram
Pascabencana Sumatera, Satgas Fokus pada Membangun Lebih Tangguh
Prabowo Baca Sinyal Global, Diplomasi Indonesia Bergerak di Tengah Badai