Paus Leo XIV Tegaskan: Kemerdekaan Palestina Satu-Satunya Jalan Damai

- Senin, 01 Desember 2025 | 11:36 WIB
Paus Leo XIV Tegaskan: Kemerdekaan Palestina Satu-Satunya Jalan Damai

Dari udara, dalam perjalanan dari Turki menuju Lebanon, Paus Leo XIV menyuarakan pandangannya yang kini semakin jelas. Ia menegaskan, jalan keluar dari krisis Israel-Palestina yang berlarut-larut harus melibatkan kemerdekaan bagi Palestina. "Kita semua tahu bahwa saat ini Israel masih belum menerima solusi tersebut," ujarnya, diiringi nada yang terdengar serius.

"Tetapi kami melihatnya sebagai satu-satunya solusi."

Pernyataannya, yang disampaikan dalam bahasa Italia itu, langsung menjadi sorotan. Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat ini tak lupa menekankan peran Vatikan. "Kami juga bersahabat dengan Israel dan berusaha menjadi mediator antara kedua pihak," tambahnya. Tujuannya, katanya, untuk membantu mencapai sebuah penyelesaian yang adil bagi semua.

Intinya, Leo sedang berbicara tentang solusi dua negara. Gagasan lama tentang Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai sebagai dua entitas yang berdaulat. Namun begitu, ide ini seperti mentok di tembok yang sama. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, misalnya, sudah berkali-kali menolaknya. Penolakan itu terus ia suarakan, bahkan saat sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat, mulai menunjukkan sinyal dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Sebelumnya, Paus Leo memang lebih dikenal dengan bahasa-bahasa yang sangat diplomatis ketika membahas konflik ini. Tapi belakangan, ada pergeseran yang cukup terasa. Kritiknya terhadap operasi militer Israel di Gaza mengeras, terutama menyusul laporan-laporan korban jiwa yang terus membengkak konon telah menewaskan lebih dari 70 ribu warga setempat.

Perubahan nada itu mungkin mencerminkan keprihatinan yang semakin mendalam. Atau, sebuah upaya untuk mendorong solusi yang ia yakini tak bisa lagi ditunda.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar