Surabaya Serukan Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya di Hari AIDS Sedunia

- Senin, 01 Desember 2025 | 07:36 WIB
Surabaya Serukan Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya di Hari AIDS Sedunia
Hari AIDS Sedunia: Melawan Stigma, Meningkatkan Kepedulian

Hari ini, Senin 1 Desember, dunia kembali memperingati Hari AIDS Sedunia. Tanggal ini selalu menjadi momen khusus setiap tahunnya. Bukan sekadar pengingat kalender, tapi lebih dari itu, sebuah seruan global untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS.

Di sisi lain, peringatan ini juga menegaskan pentingnya solidaritas dan upaya pencegahan. Namun yang tak kalah krusial adalah upaya menghapus stigma yang masih melekat kuat pada para penderitanya.

Onky, seorang pemerhati HIV/AIDS di Surabaya, punya pesan yang sangat manusiawi untuk masyarakat. Ia mengingatkan kita semua untuk melihat penderita sebagai manusia, bukan sekadar penyakitnya.

"Saya hanya ingin berpesan kepada masyarakat, jika suatu saat nanti bertemu dengan penderita HIV/AIDS, jangan jauhi orangnya, jangan langsung dihakimi. Kita tidak tahu cerita di baliknya. Siapa tahu mereka adalah korban pemerkosaan, atau ibu yang tertular dari suaminya. Jadi jangan hakimi mereka, jauhi penyakitnya bukan orangnya,"

Pernyataan itu disampaikannya ketika dihubungi Basra pada Minggu sore (30/11).

"Mereka sama seperti kita, yang mempunyai kesempatan untuk bisa lebih baik lagi. Kita pada umumnya layak untuk berubah menjadi lebih baik,"

Menurut Onky, akar masalah stigma negatif ini sebenarnya sederhana: minimnya informasi yang tepat tentang HIV/AIDS. Banyak orang belum paham betul fakta medisnya, akhirnya muncul prasangka dan pandangan negatif yang berlebihan.

"Tidak semua orang mengetahui fakta soal penyakit HIV/AIDS dengan tepat. Alhasil, itu akan memengaruhi mereka dalam memandang penderita HIV/AIDS. Penyakit ini hanya bisa ditularkan lewat hubungan seksual, transfusi darah, jarum yang bergantian, proses persalinan, atau dari ASI ibu,"

Soal angka, Onky mengungkapkan tren penderita HIV/AIDS di Surabaya memang cenderung naik. Meski begitu, kenaikannya tidak terlalu signifikan.

"Memang ada kenaikan meski tidak terlalu signifikan,"

Namun ada secercah harapan dari generasi muda. Onky melihat anak muda Surabaya sekarang punya cara pandang yang lebih terbuka terhadap isu HIV/AIDS.

"Misalnya saja bagi anak muda yang mempunyai faktor risiko. Mereka lebih mau secara sukarela untuk melakukan tes HIV. Jadi anak muda sekarang jauh lebih open minded ya,"

Terakhir, Onky punya pesan khusus untuk mereka yang hidup dengan HIV/AIDS. Pesannya sederhana tapi penuh makna: jangan menyerah.

"HIV/AIDS ini seperti penyakit diabetes atau darah tinggi yang mengharuskan penderitanya untuk mengkonsumsi obat setiap hari. Tetap konsumsi obat setiap hari agar tetap sehat, jangan putus asa,"

Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini kembali mengingatkan kita bahwa perang melawan AIDS bukan hanya tentang obat dan terapi. Tapi juga tentang kemanusiaan, empati, dan melawan prasangka buta yang kadang lebih berbahaya dari virusnya sendiri.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar