Hujan deras yang sempat mengguyur Sumatera Barat akhirnya reda. Menurut laporan terbaru, kondisi di sana mulai menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, yang membandingkan situasi di Sumbar dengan dua provinsi tetangganya, Aceh dan Sumatra Utara, yang masih berjuang menghadapi dampak bencana.
“Sumatera Barat itu dibandingkan dengan Aceh dan Sumatera Utara sudah lebih pulih di hari ketiga,”
kata Suharyanto dalam keterangannya pada hari Minggu. Memang, langit di atas Sumatera Barat kini terlihat lebih cerah. Namun begitu, upaya pencegahan tidak berhenti sampai di situ.
Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC terus digelar oleh instansi terkait. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya kembali bencana banjir dan tanah longsor yang merusak itu.
“Sekarang sudah tidak ada hujan, OMC terus-menerus dilaksanakan di situ,”
ujarnya menegaskan.
Di balik kabar membaiknya kondisi alam, duka masih menyelimuti. Angka korban jiwa terus bertambah. Hingga saat ini, tercatat 129 orang meninggal dunia dan 118 lainnya masih dinyatakan hilang. Pencarian terhadap warga yang hilang ini tak kenal henti, dilakukan siang dan malam oleh tim gabungan.
“Korban jiwa 129 dan hilang 118 dan 16 luka-luka,”
kata Suharyanto melaporkan data terakhir. Sebuah angka yang menyimpan begitu banyak cerita pilu.
Artikel Terkait
Makassar Wajibkan Jukir Miliki KTP Lokal, Sinergi dengan Camat dan Lurah Diperkuat
Tangis Haru Calon Siswa Sekolah Rakyat Pecah di Pundak Seskab Teddy
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pemerkosaan Remaja di Makassar, Salah Satunya Masih di Bawah Umur
Kuasa Hukum Nadiem Protes Percepatan Sidang Chromobook, Sebut Langgar Prinsip Persidangan Adil