Bayar Ganti Rugi, Nelayan Indramayu Serahkan Tiga Karung Koin
Selasa siang (7/4) lalu, Pendopo Indramayu jadi saksi sebuah pemandangan yang tak biasa. Puluhan nelayan dengan tenang menumpahkan isi tiga karung besar ke lantai. Bunyi gemerincing memenuhi ruang. Isinya? Uang koin, ribuan keping pecahan Rp500 dan Rp1.000.
Aksi ini langsung viral. Mereka dari Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) datang dengan satu tujuan: bertanggung jawab.
Tanggung jawab atas apa? Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Kamis 2 April 2026, unjuk rasa penolakan proyek revitalisasi tambak di pantai utara sempat memanas. Akibatnya, fasilitas umum di sekitar Alun-alun Indramayu rusak. Pemerintah kabupaten menaksir kerugiannya mencapai Rp100 juta, tersebar di 24 titik.
Nah, sebagai respons, para nelayan ini bergotong royong. Mereka mengumpulkan uang receh hasil swadaya. "Kami sebagai orang kecil ya punyanya seperti itu," ujar Hatta, koordinator Kompi.
"Sesuai janji, Kompi siap mengganti kerusakan di alun-alun. Makanya kita ramai-ramai ke sini menyerahkan uang koin. Silakan hitung sendiri. Kalau kurang, tinggal minta lagi ke kita," tegasnya.
Mereka pun dengan sabar menghitung koin-koin itu secara estafet, di tempat. Sebelumnya, perwakilan mereka sudah bertemu Bupati Indramayu, Lucky Hakim, dan meminta dana ini diterima sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Di sisi lain, respons dari pihak pemkab tampaknya masih ditahan. Bupati Lucky Hakim sempat menemui massa, namun memilih untuk tidak memberikan keterangan pers. Ia langsung kembali ke dalam pendopo setelah pertemuan singkat itu.
Proyek yang mereka tolak itu sendiri bukan main-main. Masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional, rencana revitalisasi tambak di pesisir utara Jawa Barat ini telah memicu ketegangan panjang. Demo awal April itu hanyalah puncak gunung es dari keresahan yang sudah lama mengendap.
Aksi bayar pakai koin ini, di luar soal nominal, jelas sebuah pernyataan. Sebuah pernyataan sikap dari warga kecil yang mencoba memenuhi kewajiban dengan cara mereka sendiri.
Artikel Terkait
KPK Periksa Tiga Hakim Terkait Suap Eksekusi Lahan Tapos Depok
Wakil Ketua MPR Desak Pemerintah Bawa Kasus Penculikan WNI oleh Israel ke Mahkamah Internasional
Remaja 14 Tahun Dibacok di Kepala saat Tawuran Dua Geng di Cikupa, Polisi Tangkap Pelaku dalam 24 Jam
16 Armada Angkutan Barang Terjaring Razia Gabungan di Ancol, Didominasi Pelanggaran Dokumen dan Muatan Berlebih