Kondisi akses jalan yang menghubungkan Tarutung dan Sibolga masih belum normal. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan hal itu dalam sebuah konferensi pers virtual yang digelar Minggu (30/11).
"Untuk Tarutung Sibolga ini masih proses untuk normalisasi. Memang berat sekali ya," ujarnya.
Pembersihan material longsor terus dilakukan tanpa henti. Alat berat sebenarnya sudah berhasil membuka jalur sepanjang 40 kilometer sejak hari pertama penanganan dimulai. Namun begitu, sisa ruas jalan lainnya masih jauh dari kata aman untuk dilintasi.
"Barusan sebelum konferensi pers ini kami minta data terakhir memang tinggal satu kecamatan ya setelah itu tembus ke Tapanuli Tengah, tapi ini pun masih memerlukan waktu mungkin besok juga belum bisa tembus sampai dengan kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara," jelas Suharyanto lebih lanjut.
Dampaknya, masih ada sejumlah warga yang terjebak dan tidak bisa bergerak, baik ke arah Sibolga maupun Tapanuli Tengah. Situasinya cukup pelik.
"Kendaraan juga banyak yang di pinggir-pinggir jalan, orangnya ada yang mengungsi di sekitar situ karena meninggalkan asetnya," kata dia.
Di sisi lain, ada sedikit kabar baik. Layanan komunikasi di Tapanuli Tengah perlahan mulai pulih. Ini berkat pemasangan Starlink di beberapa titik vital.
"Komunikasi di Tapteng secara terbatas sudah bisa berfungsi sudah banyak Starlink, di tempat pengungsian sudah terpasang, di kantor Bupati Tapteng sudah terpasang. Kalau rekan media datang ke sana, berkumpul masyarakat di situ. Jadi tempat untuk mengobrol dan mendapatkan sinyal internet maupun sinyal HP," tandasnya.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Penyelundupan 40 Kilogram Narkotika dari Malaysia di Pelabuhan Parepare, Lima Orang Diamankan
Ribuan Warga Karawang Desak Penutupan Permanen Tempat Hiburan Malam Terkait Dugaan Pesta Sesama Jenis
Mahfud MD Nilai Tiga Petinggi BGN Korupsi Program MBG Layak Dihukum Mati atau Seumur Hidup
PSM Makassar Dilarang Tampilkan Penonton dalam Dua Laga Kandang dan Didenda Rp380 Juta Akibat Ulah Suporter