"Jadi fokus kita sekarang ya tanggap darurat dulu," katanya. "Tapi di saat bersamaan, kami juga mulai merancang rehab-rekon, menyiapkan hunian sementara dan hunian tetap untuk warga."
Harapannya, masa-masa sulit tanggap darurat ini bisa segera terlampaui. Masyarakat di tiga provinsi yang terdampak diharapkan perlahan bisa bangkit dan beraktivitas normal kembali.
"Agar masyarakat pulih dan beraktivitas seperti biasa dan lebih tangguh menghadapi bencana ke depan. Ini menjadi pembelajaran yang luar biasa," tutur Pratikno.
Sayangnya, kabar duka terus berdatangan. Korban jiwa akibat banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terus merangkak naik. Hingga Minggu (30/11) malam, angka korban meninggal sudah mencapai 442 orang.
Rinciannya cukup mencengangkan:
- Sumatera Utara: 217 orang tewas, 209 orang hilang
- Sumatera Barat: 129 orang tewas, 118 orang hilang
- Aceh: 96 orang tewas, 75 orang hilang
Artikel Terkait
Banjir Bandang Tapanuli Selatan Terjang Rumah dengan Gelondongan Kayu Raksasa
Di Balik Riuhnya Stasiun Bandan, Warga Bergantung pada Kereta dan Digerogoti Ragu
Gelombang Protes Perempuan Afrika: Nyawa Bukan Harga Mati untuk Ditawar
Konsesi Sawit dan Tambang: Ketika Pejabat Berpakaian Dua Topi