Sihasak juga menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi Aung San Suu Kyi. Ia mendesak otoritas Myanmar untuk segera membebaskannya dengan alasan kemanusiaan.
“Sudah waktunya dia dibebaskan. Kadang kita harus mengatakan sesuatu yang memang benar untuk dikatakan,” ungkapnya.
“Dia sudah terlalu lama ditahan. Kita tidak tahu bagaimana kondisi kesehatannya di usianya yang sekarang, sehingga saya harap mereka segera melakukannya,” tambahnya.
Konflik yang berkepanjangan di Myanmar telah membuat jutaan warganya mengungsi atau pergi mencari pekerjaan. Thailand adalah salah satu negara yang menampung mereka.
Untuk jadwalnya sendiri, tahap pertama pemilu direncanakan mulai 28 Desember mendatang, dilanjutkan dengan tahap kedua pada 11 Januari. Namun, untuk putaran selanjutnya dan kapan hasilnya diumumkan, belum ada kepastian. Semuanya masih digantung.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp45.000 per Gram, Harga Buyback Justru Naik
BMKG Waspadakan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Sulsel
Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Akan Temui Presiden UEA untuk Perkuat Kemitraan Strategis
FIFA Yakin Piala Dunia 2026 Aman Meski Gelombang Kekerasan Guncang Meksiko