Siswa Surabaya Sulap Limbah Kulit Bawang Jadi Tinta Spidol Ramah Lingkungan

- Rabu, 26 November 2025 | 08:30 WIB
Siswa Surabaya Sulap Limbah Kulit Bawang Jadi Tinta Spidol Ramah Lingkungan

Tapi, nggak semua kulit bawang bisa dipakai. Kalau sudah terlalu lama disimpan dan jadi lembab, ya nggak bisa diproses jadi tinta. Nah, untuk sampah yang semacam ini, Raihan punya solusi lain: diolah jadi eco enzim. Jadi benar-benar zero waste.

Di sisi lain, Kubangput Ink ini bukan cuma sekadar mengurangi limbah. Tinta ini juga lebih aman, baik buat pengguna maupun lingkungan. Ramah dan tidak beracun.

Berkat inovasi ini, Raihan pun melenggang ke berbagai pameran lingkungan dan meraih sejumlah penghargaan. Salah satunya adalah gelar Terbaik II Pangeran Lingkungan Hidup 2024.

“Anak-anak muda punya peran penting dalam melestarikan lingkungan. Kita bisa mulai dari hal kecil, seperti memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita untuk menciptakan produk yang berguna dan ramah lingkungan,”

jelasnya penuh semangat.

Harapannya sih sederhana: mengajak lebih banyak anak muda berani berkreasi. Menciptakan sesuatu yang tidak hanya kreatif, tapi juga punya dampak nyata.

“Saya berharap pameran ini bisa menjadi contoh nyata bahwa kita bisa berkontribusi dengan cara yang kreatif dan bermanfaat,”

tutup Raihan. Dari kulit bawang yang sering diabaikan, lahir sebuah inspirasi yang mengubah cara kita memandang sampah.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar