Wagub Kalbar Soroti Peran Kunci Desa dalam Pembangunan di Pelantikan APDESI

- Rabu, 26 November 2025 | 06:06 WIB
Wagub Kalbar Soroti Peran Kunci Desa dalam Pembangunan di Pelantikan APDESI
Pemberitaan Kalbar

Di Jakarta, tepatnya di Kantor Kemendes Kalibata, suasana tampak khidmat pada Selasa, 25 November 2025. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, hadir dalam sebuah acara penting: pelantikan kepengurusan APDESI Merah Putih. Momentum ini ia manfaatkan untuk menekankan pentingnya kolaborasi.

“Selamat atas pelantikan ini,” ucap Krisantus. Ia berharap kepengurusan baru APDESI Merah Putih ini bisa bersinergi dengan Pemprov Kalbar. Tujuannya jelas: memajukan daerah dan menyejahterakan masyarakat desa, jauh lebih baik dari kondisi sebelumnya.

Bagi Krisantus, peran pemerintah desa dan BPD tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, merekalah ujung tombak yang paling dekat dengan denyut nadi masyarakat. “Peran mereka sangat menentukan,” tegasnya, “keberhasilan pembangunan daerah, mulai dari tingkat paling bawah hingga ke provinsi, ada di pundak mereka.”

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Gubernur Kalbar, Ria Norsan, sangat membutuhkan dukungan penuh dan kerja keras dari seluruh perangkat desa. Tanpa itu, mustahil memajukan Kalimantan Barat.

“Tujuan kita untuk Kalimantan Barat yang maju, sejahtera, dan bermartabat harus dimulai dari desa,” tambahnya. Optimalisasi peran pemerintahan desa dan BPD dalam pembinaan dan pengawasan, diyakininya sebagai kunci utama.

Di sisi lain, Krisantus yang pernah berkarier di DPR RI ini mengingatkan satu hal penting: adaptasi teknologi. Dia mendorong perangkat desa untuk memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal positif. Misalnya, untuk menunjang pekerjaan dan mendongkrak ekonomi masyarakat.

Namun begitu, ia juga mengingatkan agar mereka mewaspadai dampak negatifnya. “Bahaya sisi negatif teknologi, seperti penyebaran berita hoaks, sangat berpengaruh di dunia digital,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi era globalisasi seperti sekarang.

Sementara itu, dari pihak pemerintah pusat, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, juga menyampaikan harapannya. Dengan dilantiknya pengurus APDESI Merah Putih ini, ia meminta mereka turut mensukseskan berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

Yandri menegaskan, desa harus berubah peran. Bukan lagi sekadar objek, melainkan subjek pembangunan yang berkelanjutan. Kontribusi desa-desa dinilainya sangat vital, mulai dari mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga mengelola Koperasi Desa Merah Putih.

“Kita berharap APDESI Merah Putih ini akan menjadi ujung tombak, pelaku utama, terhadap kesuksesan program-program pemerintah,” ucap Yandri. Ia berharap setelah dilantik, mereka langsung bekerja sungguh-sungguh dan memastikan semua potensi desa tergarap optimal.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, berkomitmen akan melaksanakan arahan Mendes Yandri. Program APDESI Merah Putih periode 2025-2030, katanya, akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah hingga kementerian dan lembaga terkait.

“Pelantikan ini bagian dari bagaimana kita mengkolaborasikan sebuah kekuatan di Pemerintah Desa dan perangkat desa,” ujar Anwar. APDESI Merah Putih ingin menjadi garda terdepan dalam mengawal program-program strategis nasional, menuju keadilan dan kesejahteraan rakyat desa.

Anwar menambahkan, pihaknya memastikan desa-desa dalam lima tahun ke depan akan menjadi pelaku pembangunan ekonomi. Rencananya, sebanyak 75 ribu desa di seluruh Indonesia akan dikembangkan sesuai dengan potensi daerah dan ekonomi yang unik di masing-masing tempat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar