LUMAJANG - Status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru resmi diperpanjang tujuh hari ke depan. Keputusan ini dikeluarkan Bupati Lumajang Indah Amperawati, atau yang akrab disapa Bunda Indah, menyusul masih tingginya aktivitas vulkanik di gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
Perpanjangan berlaku mulai 26 November hingga 2 Desember 2025. Langkah ini diambil karena meski status tanggap darurat sebelumnya sudah berakhir, dampak erupsi masih nyata dirasakan masyarakat. Bahkan, sampai sekarang potensi gangguan terhadap kehidupan warga sekitar masih cukup besar.
“Meski status tanggap darurat sebelumnya telah berakhir, dampak erupsi masih dirasakan warga dan berpotensi mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat,” tegas Bunda Indah, Selasa (25/11/2025).
Dasar hukumnya tertuang dalam Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/610/KEP/427.12/2025. Intinya, Pemkab menegaskan penanggulangan darurat harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Di sisi lain, status Level IV Awas yang masih melekat pada Semeru membuat situasi tetap genting. Risiko letusan, guguran lava, dan banjir lahar dingin masih mengintai. Apalagi, curah hujan di kawasan hulu berpotensi memicu mobilisasi material vulkanik ke aliran sungai yang berhulu di gunung tersebut.
“Perpanjangan status tanggap darurat ini bukan sekadar prosedur administratif, tetapi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana yang masih ada,” jelas Bunda Indah.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Skema Suap Pajak, Negara Rugi Rp 59 Miliar
Maling Dana Haji: Kezaliman yang Berani Halangi Panggilan Langit
Delapan Tahun Berlalu, Tere Liye Buka Suara Soal Sindiran ke Petugas Pajak
Laba Sawit Menguap ke Singapura, Indonesia Cuma Dapat Sisa