“Semua pihak harus bersinergi, mulai dari aparat daerah, relawan, hingga masyarakat, agar penanganan pascabencana berjalan lancar dan tepat sasaran,” tambahnya.
Dengan perpanjangan ini, BPBD dan perangkat daerah lain mendapat ruang kerja lebih leluasa. Fokusnya jelas: evakuasi, pemulihan infrastruktur yang rusak, serta perlindungan menyeluruh bagi kelompok rentan.
BPBD sendiri terus memperkuat koordinasi di lapangan. Mereka memantau kondisi pengungsi dan memastikan logistik tersedia cukup. Posko siaga juga tetap diaktifkan untuk respons cepat jika terjadi eskalasi darurat.
Bunda Indah pun mendorong warganya untuk tidak lengah. Kewaspadaan tinggi dan kepatuhan terhadap instruksi petugas di lapangan mutlak diperlukan. Pemerintah sendiri berjanji memastikan layanan darurat, kesehatan, dan evakuasi tetap berjalan optimal.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang, disiplin, dan saling mendukung,” pungkasnya.
Masyarakat diimbau mematuhi ketentuan radius bahaya dan semua arahan dari petugas yang bertugas. Jangan sampai lengah.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
IHSG Melonjak 2,07%, Catat Kenaikan Mingguan Lebih dari 6%
Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026
KPK Ungkap Awal OTT Bupati Tulungagung Berawal dari Laporan Warga