Suzuki S-Presso Bekas Disulap Mirip Jimny, Biayanya Cuma Rp 40 Jutaan

- Minggu, 11 Januari 2026 | 08:24 WIB
Suzuki S-Presso Bekas Disulap Mirip Jimny, Biayanya Cuma Rp 40 Jutaan

Sabtu lalu, berita seputar modifikasi mobil ramai jadi perbincangan di kumparanOTO. Yang paling menarik perhatian? Sebuah Suzuki S-Presso yang wajah depannya diubah total mirip seperti Jimny. Benar-benar transformasi yang nggak biasa.

Hanya Rp 40 Jutaan, S-Presso Mungil Ini Berubah Jadi "Jimny" Versi Mini

Suzuki S-Presso sering kali dapat tanggapan beragam soal desainnya. Ada yang suka, banyak juga yang kurang tertarik. Tapi lihatlah hasil karya Surya Kartika ini. Warga Denpasar ini berhasil menyulap city car itu jadi sesuatu yang jauh dari kesan membosankan.

Dia membeli S-Presso tahun 2023 dalam kondisi bekas. Sebagai pedagang mobil, Surya punya ide untuk menjadikannya proyek pribadi. Tujuannya sederhana: mengeksplorasi potensi desain mobil yang menurutnya masih bisa digarap lebih seru.

Proses Modifikasi S-Presso: Dari Rencana Sampai Eksekusi

Modifikasi ini nggak main-main. Semua dilakukan secara menyeluruh, mulai dari desain di atas kertas sampai eksekusi detail-detail kecil di bengkel. Ini membuktikan, mobil entry-level pun bisa diubah karakternya asal punya konsep yang jelas dan eksekusi teliti.

Pekerjaan dimulai dengan membongkar total bagian depan. Fokusnya adalah mengubah proporsi bodi agar punya siluet yang lebih gagah, mendekati SUV kompak seperti Jimny. Semua bagian eksterior disentuh: grille, kap mesin, lampu, dan bumper. Ditambah lagi dengan fender baru agar tampilan terlihat lebih berotot dan proporsional.

Prosesnya sendiri cukup rumit, tapi hasilnya sepadan. S-Presso yang awalnya polos, kini punya karakter yang sangat kuat.

Di Sisi Lain, iCar V23 Sudah Siap Masuk Indonesia dengan Bekal Mengesankan

Sementara soal mobil baru, perhatian juga tertuju pada iCar V23. SUV listrik asal Tiongkok ini baru saja meraih peringkat bintang lima dalam tes keselamatan ASEAN NCAP. Kabar bagus, mengingat mobil ini akan segera dipasarkan di Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya.

Menurut pernyataan resmi ASEAN NCAP, unit yang diuji adalah versi yang memang akan dijual di kawasan ini, termasuk Brunei, Malaysia, Thailand, dan tentu saja Indonesia. Pengujian dilakukan dengan standar protokol 2021–2025.

Pencapaian bintang lima ini jelas jadi nilai jual penting, terutama bagi konsumen yang mementingkan faktor keamanan dalam memilih kendaraan listrik.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar