Gelar Pahlawan untuk Soeharto Disambut Syukuran Tertutup Fraksi Golkar

- Selasa, 25 November 2025 | 18:42 WIB
Gelar Pahlawan untuk Soeharto Disambut Syukuran Tertutup Fraksi Golkar

Suasana di Kompleks MPR, Jakarta Pusat, Selasa (25/11) siang, tampak berbeda. Fraksi Golkar MPR RI tengah menggelar acara syukuran, tapi dengan suasana yang tertutup. Acara ini digelar untuk merespons penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto.

Di sela-sela acara, Ketua Badan Anggaran Fraksi Golkar MPR, Melchias Marcus Mekeng, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai keputusan pemerintah memberikan gelar tersebut patut diapresiasi.

“Sebelumnya, kami mengadakan rapat evaluasi akhir tahun Fraksi Golkar MPR RI. Kami membahas banyak hal, mulai dari anggaran pendidikan hingga obligasi daerah. Nah, di kesempatan yang sama, kami juga menyampaikan apresiasi dari Fraksi MPR RI Partai Golkar atas anugerah pahlawan nasional bagi Pak Soeharto,”

kata Mekeng, ditemui di Senayan.

Menurutnya, kontribusi Soeharto bagi bangsa ini sangat besar, terutama di masa-masa awal kepemimpinannya. Saat itu, kondisi Indonesia benar-benar tidak mudah.

“Kami memandang bahwa Pak Soeharto mempunyai jasa yang besar terhadap bangsa ini. Karena pada saat beliau mengambil tampuk kepemimpinan, Indonesia pada saat itu juga tidak sedang baik-baik saja. Ekonominya juga dalam keadaan terpuruk,”

tuturnya lagi.

Ia lalu menggambarkan betapa sulitnya keadaan saat itu. Inflasi meroket hingga 650 persen. Rakyat kesulitan mendapatkan beras, antrean di mana-mana. Tapi yang menakjubkan, dalam waktu yang relatif singkat, situasi itu berhasil dikendalikan.

Di sisi lain, Mekeng juga menyinggung soal stabilitas politik. Setelah ekonomi mulai pulih, Soeharto dinilai berhasil meredakan hiruk-pikuk politik yang terjadi. Lahirlah stabilitas yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan Trilogi Pembangunan.

“Meskipun tidak belum sempurna, tetapi kelihatan sekali Indonesia kemajuannya di tangan Pak Soeharto. Dan tampil di internasional pun, Indonesia menjadi salah satu negara yang disegani,”

ucapnya.

Terakhir, ia punya pesan khusus untuk anak muda. Jangan hanya terpaku pada sisi negatif saja. Setiap manusia punya kekurangan, tapi jasa Soeharto bagi negara ini tak bisa dipandang sebelah mata.

“Ya, menurut hemat saya anak muda harus berpikir ke depan. Jangan melihat orang dari sisi negatif. Karena kita manusia tidak ada yang sempurna. Dan Pak Harto punya jasa yang sangat besar terhadap negara ini. Jadi, jangan kita terkecoh oleh isu-isu yang diangkat oleh segelintir orang,”

pungkas Mekeng menutup pembicaraan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar