Surabaya Gelar Bursa Kerja Perdana, Khusus Siapkan Panggung bagi Penyandang Disabilitas

- Selasa, 25 November 2025 | 17:18 WIB
Surabaya Gelar Bursa Kerja Perdana, Khusus Siapkan Panggung bagi Penyandang Disabilitas
Job Fair Inklusif di Surabaya

Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Surabaya menggelar job fair dan wawancara langsung yang dikhususkan bagi para penyandang disabilitas. Acara ini merupakan langkah nyata dalam memenuhi hak bekerja bagi seluruh warganya, tanpa terkecuali.

Bertempat di Gedung Wanita Chandra Kencana di Jalan Kalibokor, acara yang berlangsung selama dua hari, 25-26 November 2025 ini, menunjukkan komitmen serius pemerintah. Ini bukan sekadar janji, tapi bukti nyata upaya memberikan akses dan kesetaraan di bidang ekonomi.

Antusiasme peserta ternyata sangat tinggi. Jumlah pencari kerja yang mendaftar sudah mencapai 300 orang. Nah, untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran, acara akhirnya dibagi menjadi dua sesi. Sepuluh perusahaan ternama pun turut serta, menyediakan total 285 lowongan bagi talenta-talenta istimewa kota ini.

Sekretaris Daerah Surabaya, Lilik Arijanto, dengan tegas menyatakan bahwa kemajuan sebuah kota tak bisa hanya diukur dari pembangunan fisik semata.

"Pembangunan sejati adalah ketika setiap warga, termasuk saudara kita penyandang disabilitas, mendapatkan peluang yang sama untuk berkembang, bekerja, dan berkontribusi," ujar Lilik.

Menurutnya, melalui kebijakan inklusif dan berbagai pelatihan, pemkot berusaha menciptakan sebuah ekosistem yang memberi panggung bagi setiap kemampuan dan potensi yang ada. Pemerintah akan terus mendampingi, baik lewat pemberdayaan ekonomi maupun pemenuhan hak-hak dasar, sebagai fondasi membangun kemandirian hidup yang bermartabat.

“Inilah wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia kerja, dan kawan-kawan disabilitas. Saya sangat berharap upaya ini bisa melahirkan lebih banyak tenaga kerja berdaya saing, membuka pintu peluang baru, dan tentu saja mempererat sinergi di semua lini,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengungkapkan bahwa bursa kerja ini lahir berdasarkan data yang konkret. Tercatat ada 4.663 angkatan kerja disabilitas di Surabaya yang punya potensi sangat besar.

“Kami bergerak sesuai amanat undang-undang mengenai kuota 1% pekerja disabilitas. Perusahaan yang hadir hari ini benar-benar mencari kompetensi. Misalnya, untuk posisi Quality Control, teman-teman disabilitas sering kali lebih unggul karena tingkat fokus dan ketelitian yang luar biasa,” jelas Hebi.

Langkah besar ini diharapkan bisa membuka jalan bagi ribuan penyandang disabilitas lainnya untuk meraih hak yang setara di dunia profesional. Sekaligus, mengajak sektor swasta untuk lebih terbuka dan merangkul keberagaman.

Fokus penerimaan kali ini diutamakan bagi penyandang disabilitas fisik, tunarungu, tunawicara, tunadaksa, dan tunanetra parsial. Agar semuanya berjalan lancar, pelamar diwajibkan mendaftar terlebih dahulu melalui tautan yang disediakan dan didampingi keluarga saat datang sesuai sesi yang telah ditentukan.

“Kami akan kawal sampai tanda tangan kontrak. Kami juga akan memantau hubungan industrialnya agar mereka bekerja dengan aman dan nyaman sesuai aturan,” tambahnya penuh keyakinan.

Bagi mereka yang belum berhasil terserap, pemkot sudah menyiapkan program pelatihan bersertifikasi lewat aplikasi "Arek Surabaya Siap Kerja" atau ASSIK. Pemerintah bertekad menurunkan angka pengangguran dan memastikan ribuan penyandang disabilitas di Surabaya mendapat tempat yang setara.

Rafif Aqil Priyono, salah seorang pencari kerja, tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya.

"Perasaan saya senang sekali karena ada job fair khusus ini. Sangat membantu saya sebagai penyandang disabilitas untuk mencari pekerjaan," ungkapnya.

Hal serupa dirasakan oleh Indah. Ia datang didampingi Intan, seorang penerjemah bahasa isyarat dari Disperinaker Surabaya. Indah melamar posisi housekeeper di sebuah hotel berbintang.

“Indah sangat bahagia. Harapannya tentu bisa diterima kerja untuk memperbaiki perekonomian keluarga. Indah menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Surabaya yang tidak melihat keterbatasan kami, tapi memberi kesempatan,” tutur Intan, menerjemahkan harapan Indah.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar