Di tengah semarak Brimob Run 2025, Sabtu (22/11), Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan pesan khusus. Acara yang memperingati HUT Brimob ke-80 itu tak hanya soal lari, tapi juga soal nasib Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Herry menegaskan satu hal: Taman Nasional itu adalah rumah bagi gajah. Sudah sejak dulu. Dan itu harus dirawat, dilestarikan.
“TNTN adalah rumah gajah sejak dulu hingga sekarang,” tegasnya.
“Kawasan ini harus kita kembalikan menjadi habitat gajah, harimau, dan satwa lainnya. Hari ini kita menyuarakan keadilan bagi satwa yang tak bisa bersuara.”
Ia memastikan bahwa Polri, TNI, dan Forkopimda akan terus mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan konflik di Tesso Nilo. Tak cuma itu, ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kawasan itu, yang tak lain adalah paru-paru dunia.
Namun begitu, di lapangan, persoalannya tak semudah itu. Warga setempat yang telah lama mendiami kawasan Tesso Nilo ternyata menolak direlokasi. Padahal, mereka telah menduduki sekitar 81 ribu hektare kawasan di dalam Taman Nasional tersebut.
Di Dusun Toro Jaya, Lubuk Kembang Bunga, Kabupaten Pelalawan, Riau, pemukiman sudah ada. Satgas Penanganan Kawasan Hutan (PKH) memang sudah meminta mereka pindah. Tapi jawaban warga jelas: menolak.
Artikel Terkait
Chelsea Tumbang di Kandang Meski Dominan, Manchester United Curi Poin Penuh
PDIP Nilai Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Trump Tak Lagi Relevan
Lazio Tundukkan Napoli 2-0 di Stadion Maradona
Hoffenheim Hancurkan Harapan Dortmund dengan Kemenangan Dramatis di Menit Akhir