Senin depan, suasana di sekitar Istana Merdeka dan Gedung DPR diprediksi bakal ramai oleh aksi massa. Aliansi Buruh yang terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh telah mengonfirmasi rencana unjuk rasa mereka.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan informasi tersebut. Saat dihubungi, responsnya singkat saja.
"Iya," ujar Budi.
Di sisi lain, soal penanganan arus lalu lintas, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menyebut langkah yang akan diambil masih sangat tergantung situasi. "Situasional," katanya. "Kalau pun nanti jumlah pesertanya banyak, langsung tutup jalan seperti contoh umpamanya kalau di Istana."
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum bisa memastikan jam berapa tepatnya aksi itu dimulai. Yang jelas, unjuk rasa ini bukan tanpa sebab.
Inti protes mereka adalah penolakan terhadap formula kenaikan upah minimum untuk tahun 2026. Menurut para buruh, kenaikan yang diusung pemerintah yang katanya cuma naik rata-rata Rp 90 ribu per bulan sama sekali tak memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup yang kian melambung.
Artikel Terkait
21 Wisatawan Terjebak Banjir Bandang di Sungai Usa Bone Berhasil Dievakuasi Selamat
Kondisi Nadiem Makarim Membaik Usai Operasi, Tetap Siap Baca Pleidoi Pekan Depan
Pemerintah Siapkan Rp4,97 Triliun untuk Subsidi Beras SPHP 2026, Batas Pembelian Konsumen Diperlonggar
Wali Kota Makassar Resmikan Sekretariat Baru IKA FH Unhas, Aktifkan Kembali Organisasi yang Sempat Vakum