“Ada kebutuhan yang mendesak di sini,” tegasnya, “bukan hanya soal menjunjung tinggi hak asasi manusia, tapi juga menepati janji kita pada rakyat New York untuk meningkatkan taraf hidup mereka.”
Ia kemudian menambahkan nada yang sedikit lebih personal. “Saya menghargai semua upaya menuju perdamaian, tentu saja. Tapi kita sudah lelah. Lelah melihat uang pajak kita mengalir untuk perang yang tak ada ujungnya.”
“Saya percaya kita harus menindaklanjuti komitmen hak asasi manusia internasional. Dan saya tahu, pelanggaran masih terjadi sampai detik ini. Ini adalah pekerjaan rumah yang belum selesai, di mana pun kita berada,” tutupnya, meninggalkan kesan mendalam tentang sebuah pertanggungjawaban yang tertunda.
[VIDEO]
Seorang pengguna Twitter, @CantEverDie, mengomentari kejadian ini dengan nada sedikit ironis. "Zohran Mamdani adalah orang pertama di Gedung Putih yang dengan jelas dan tanpa tedeng aling-aling menyatakan Israel melakukan genosida terhadap Palestina. Tapi anehnya, masih ada saja yang menyebut dia Zionis," tulisnya.
Artikel Terkait
Kemenag Makassar Verifikasi Izin dan Mutu Pondok Pesantren Daarul Hafidzoh
Sulsel Waspada Hujan Sedang dan Angin Kencang pada Selasa (3/3)
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Istri TNI Bantu Packing, Unggah Momen Haru Jelang Misi Gaza