Di Balik Jeruji Diplomasi, Sebuah Tuduhan Genosida Mengguncang Gedung Putih

- Sabtu, 22 November 2025 | 13:00 WIB
Di Balik Jeruji Diplomasi, Sebuah Tuduhan Genosida Mengguncang Gedung Putih
Pernyataan Tegas di Gedung Putih

Zohran Mamdani memecahkan kebekuan. Di ruang yang sama sekali tidak asing dengan diplomasi yang berhati-hati, ia menyatakan dengan blak-blakan sesuatu yang belum pernah terucap: Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.

Peristiwa bersejarah ini terjadi pada Jumat, 21 November 2025, saat Mamdani diundang ke Gedung Putih untuk bertemu Presiden AS kala itu, Donald Trump. Suasana ruangan yang biasanya penuh dengan kalkulasi politik, untuk sesaat, dihentakkan oleh pernyataan yang tak terbantahkan.

“Saya katakan dengan tegas, pemerintah Israel telah melakukan genosida. Dan pemerintah kitalah, Amerika Serikat, yang mendanainya,” ujar Mamdani, tanpa ada ruang untuk tafsir lain.

Tak berhenti di situ, politisi ini lantas mendesak pemerintah AS untuk segera menghentikan aliran dana yang dinilainya menjadi sumber malapetaka. Menurutnya, uang pajak rakyat Amerika seharusnya diprioritaskan untuk membangun negerinya sendiri, bukan untuk membiayai apa yang ia sebut sebagai pembantaian sistematis.

Menanggapi sebuah pertanyaan, Mamdani menjelaskan lebih lanjut. “Dalam pertemuan itu, saya sampaikan kegelisahan banyak warga New York. Mereka ingin uang mereka digunakan untuk kepentingan mereka sendiri, bukan dikirim ke luar negeri untuk mendanai pelanggaran HAM.”

“Ada kebutuhan yang mendesak di sini,” tegasnya, “bukan hanya soal menjunjung tinggi hak asasi manusia, tapi juga menepati janji kita pada rakyat New York untuk meningkatkan taraf hidup mereka.”

Ia kemudian menambahkan nada yang sedikit lebih personal. “Saya menghargai semua upaya menuju perdamaian, tentu saja. Tapi kita sudah lelah. Lelah melihat uang pajak kita mengalir untuk perang yang tak ada ujungnya.”

“Saya percaya kita harus menindaklanjuti komitmen hak asasi manusia internasional. Dan saya tahu, pelanggaran masih terjadi sampai detik ini. Ini adalah pekerjaan rumah yang belum selesai, di mana pun kita berada,” tutupnya, meninggalkan kesan mendalam tentang sebuah pertanggungjawaban yang tertunda.

[VIDEO]

Seorang pengguna Twitter, @CantEverDie, mengomentari kejadian ini dengan nada sedikit ironis. "Zohran Mamdani adalah orang pertama di Gedung Putih yang dengan jelas dan tanpa tedeng aling-aling menyatakan Israel melakukan genosida terhadap Palestina. Tapi anehnya, masih ada saja yang menyebut dia Zionis," tulisnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar