Suasana belajar di SD Negeri 2 Sorongan kelas jauh Batu Payung, Cibaliung, Pandeglang, benar-benar berbeda dari gambaran sekolah pada umumnya. Kamis lalu, aktivitas belajar mengajar untuk siswa kelas satu dan dua berlangsung dalam satu ruang tunggal. Ruangannya sendiri hanya beralaskan kayu, dan kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Lantainya sudah banyak yang copot, meninggalkan celah-celah yang berbahaya bagi anak-anak. Risikonya makin besar karena sebagian besar siswa datang tanpa memakai alas kaki. Mereka belajar di tengah kondisi yang jauh dari kata layak.
Namun begitu, tantangan tak cuma berhenti di situ. Untuk sampai ke sekolah, baik guru maupun murid harus menempuh perjalanan yang tidak mudah. Mereka berjalan kaki sejauh tiga sampai empat kilometer dari pemukiman. Kalau hujan turun, medan menjadi lebih sulit dan waktu tempuhnya bisa mencapai satu jam.
Meski hanya diisi 23 siswa dari kelas satu hingga enam, sekolah terpencil di Pandeglang ini hanya ditopang oleh satu orang guru. Jumlah yang sangat terbatas untuk memikul tanggung jawab besar.
Di sisi lain, semangat belajar anak-anak di sini tak pernah surut. Keterbatasan fasilitas sama sekali tidak mengurangi kegigihan mereka dalam menuntut ilmu. Mereka tetap hadir, belajar, dan berharap.
Artikel Terkait
Gus Umar Serukan Mundur, Ketum PBNU Didesak Bertanggungjawab Atas Polemik Tambang dan Kasus Adiknya
Balap Perahu Naga Warnai Banjir Kanal Barat Semarang
Guru Besar Unair Soroti Risiko Pemimpin Lansia: Demokrasi Bisa Tergerus Jadi Otoriter
Kepala Kantor Pajak Ditangkap KPK, Hartanya Tembus Rp 4,8 Miliar