Sabtu sore di Stadion Gelora Bumi Kartini, Persijap Jepara akhirnya bisa bernapas lega. Mereka menaklukkan PSM Makassar dengan skor telak 2-0 dalam lanjutan Super League 2025/26. Bukan sekadar tiga poin, kemenangan ini memutus rantai panjang 12 laga tanpa kemenangan. Yang ketiga kalinya musim ini.
Dengan tambahan poin ini, Persijap kini mengumpulkan 12 poin dan naik ke posisi ke-16 klasemen sementara. Di sisi lain, PSM yang cuma mampu mencatat 19 poin, terpaku di peringkat 12. Jaraknya makin melebar.
Pelatih Persijap menurunkan komposisi terbaiknya. Di bawah mistar gawang Sendri Johansah, lini belakang diisi Buyung Lessy, Tiri, Diogo Brito, dan Najeeb Yakubu. Sementara di lini tengah, Carlos Franca, Borja Herrera, Wahyudi Hamisi, Alexis Gomez, serta Rendi Saepul siap mengatur permainan. Ujung tombak tunggal dipercayakan pada Iker Guarrotxena.
PSM pun tak mau kalah. Reza Arya menjaga gawang, dibela oleh Mufli Hidayat, Aloisio Neto, Yuran Fernandes, dan Victor Luiz. Arfan, Dethan, Akbar Tanjung, dan Rizky Pratama mengisi lini tengah. Dua penyerang andalan, Alex Tanque dan Jacques Medina, jadi harapan utama mencetak gol.
Persijap langsung menancap gas sejak peluit awal dibunyikan. Tekanan itu berbuah manis lebih cepat dari perkiraan. Baru lima menit berjalan, Carlos Franca sudah berhasil membobol gawang PSM. Ia memanfaatkan kekacauan di kotak penalti lawan dengan cermat, sepakan kerasnya tak bisa dibendung Reza Arya.
Namun begitu, drama justru terjadi mendekati jeda babak pertama. Menit ke-39, wasit tanpa ragu mengangkat kartu merah untuk Yuran Fernandes karena dinilai melakukan pelanggaran yang menghalangi peluang gol jelas (DOGSO). Suasana makin panas. Tapi, setelah memeriksa ulang melalui VAR, sang wasit mengurungkan niatnya. Kartu merah dibatalkan. Napas panjang dari kubu PSM.
Babak pertama sendiri berjalan cukup sengit. Statistik mencatat Persijap mendominasi penguasaan bola 51%, dengan tiga percobaan tembakan dua diantaranya mengarah tepat. PSM, meski sedikit kehilangan bola, justru lebih banyak melepaskan tembakan. Lima kali, dengan dua yang membahayakan.
Memasuki babak kedua, PSM tampak bangkit. Mereka lebih sering menekan dan mengurung pertahanan Persijap. Sayangnya, upaya 'Juku Eja' julukan mereka untuk membongkar gawang Sendri Johansah selalu mentah di depan kotak penalti. Serangan demi serangan seolah kehilangan ketajaman terakhir.
Alih-alih tertinggal, Persijap malah yang memperlebar jarak. Di menit ke-62, blunder fatal bek PSM memberi hadiah murah bagi Iker Guarrotxena. Striker asing itu tak menyia-nyiakan kesempatan emas, menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0.
PSM terus mendesak di sisa waktu, bahkan hampir sepenuhnya menguasai permainan di sepuluh menit akhir. Tapi, pertahanan Persijap berdiri kokoh. Skor 2-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Sorak-sorai pecah dari tribun pendukung lokal. Mereka akhirnya merasakan kemenangan lagi, setelah penantian yang terasa begitu lama.
Artikel Terkait
PSM Makassar Waspadai Gempuran Bali United demi Jauh dari Zona Degradasi
Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Jerez, Tunjukkan Kematangan dan Progres di Atas Rival
Real Madrid Segera Aktifkan Klausul €9 Juta untuk Tebus Nico Paz dari Como
642 Siswi dari 44 SD/MI Ramaikan Babak Final MilkLife Soccer Challenge Samarinda