Bencana datang di tengah malam. Sekitar pukul tiga pagi, Senin lalu, banjir bandang menyapu beberapa wilayah di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Akibatnya cukup parah: korban jiwa berjatuhan, akses jalan putus, dan fasilitas umum rusak berat. Menanggapi situasi ini, pemerintah setempat akhirnya mengambil langkah tegas.
Pemkab Sitaro resmi menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Status ini akan berlaku selama dua pekan ke depan.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, mengonfirmasi hal tersebut melalui sebuah surat edaran.
"Penetapan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro," ujarnya.
Artikel Terkait
Vonji 1,5 Tahun untuk Isa Rachmatarwata, Hakim Soroti Tak Ada Keuntungan Materiil
Peluru Nyasar Lukai Mata Bocah, Wali Kota Medan Tanggung Biaya Operasi
Pemeriksaan Hellyana Rampung, Kuasa Hukum Sebut Ijazah Tak Pernah Dipersoalkan
Korsleting di Dapur Panti Wredha Manado, 17 Lansia Meninggal Dunia