Jokowi Hadiri Forum Ekonomi di Singapura, Temui Sejumlah Tokoh Dunia
Kamis, 20 November
Presiden Joko Widodo sudah berada di Singapura sejak Selasa lalu. Kedatangannya kali ini bukan sekadar kunjungan biasa ia diundang khusus sebagai pembicara di Bloomberg New Economy Forum yang bergengsi.
Menariknya, penampilan Jokowi terlihat santai sekali. Ia tiba dengan kemeja putih andalannya, plus topi putih yang membuatnya mudah dikenali. Pengawalan pun tak berlebihan, hanya beberapa ajudan yang mendampingi.
Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, salah satu ajudannya, membenarkan hal ini. "Bapak Joko Widodo telah tiba di Singapura untuk menghadiri undangan Bloomberg New Economy Forum," ujarnya kepada wartawan pada Kamis (20/11).
Forum sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak Rabu, dibuka langsung oleh CEO Bloomberg L.P., Michael Bloomberg. Tapi pidato Jokowi baru akan disampaikan pada Jumat besok. "Bapak menghadiri pembukaan di hari pertama, dan diberikan kesempatan berpidato di hari Jumat," jelas Syarif.
Bertemu Para Pemimpin dan Pengusaha Global
Di sela forum, Jokowi tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dengan sejumlah tokoh penting. Hari pertama, ia menerima audiensi dari Jenny Johnson, Presiden dan CEO Franklin Templeton. Tak hanya itu, mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Marie Raimondo juga sempat bertemu dengannya di akhir acara.
Pagi ini, giliran Lee Hsien Loong yang menyambutnya. Pertemuan dengan Menteri Senior Singapura sekaligus mantan Perdana Menteri itu berlangsung di Hotel Raffles. "Pertemuan berlangsung hangat," kata Syarif. "Keduanya tampak menikmati sarapan bersama."
Memang, dalam forum semacam ini, pertemuan informal seperti ini sering kali justru lebih bermakna. Bisa membicarakan banyak hal tanpa protokol ketat.
Bloomberg Forum: Ruang Diskusi Isu Global
Tahun ini, Bloomberg New Economy Forum mengangkat tema 'Thriving in an Age of Extremes'. Sekitar 500 pemimpin global dari berbagai sektor publik maupun swasta berkumpul untuk membahas perubahan besar yang sedang terjadi.
Isu-isu yang diangkat cukup beragam. Mulai dari perkembangan kecerdasan buatan yang pesat, bangkitnya proteksionisme, hingga tensi geopolitik yang kian memanas. Tak ketinggalan, diskusi juga menyentuh transisi energi, dinamika keuangan, terobosan medis, dan risiko iklim.
Forum ini memang dikenal menghadirkan nama-nama besar. Tahun sebelumnya, hadir pula Christine Lagarde, Bill Gates, Janet Yellen, dan John Kerry. Jadi wajar saja jika kehadiran Jokowi di sini cukup mendapat perhatian.
Dengan sederet agenda yang padat, tampaknya presiden kita memang serius memanfaatkan forum ini. Bukan cuma untuk berbicara, tapi juga mendengarkan tentang arah ekonomi global ke depan.
Artikel Terkait
Ibu Laporkan Perawat RSHS Bandung atas Dugaan Percobaan Penculikan Bayi
Kejati Sulsel Periksa Mantan Pimpinan DPRD Terkait Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar
Pria di Bandung Barat Tewas Ditikam Teman Sekontrakan Usai Dituduh Mencuri
Nelayan Temukan Sabu Lebih dari Satu Kilogram di Pantai Pangkep