Di sisi lain, persoalan infrastruktur juga tak kalah penting. Prabowo punya target ambisius: dia ingin setiap kabupaten dan kota punya rumah sakit canggih. Seperti RS Kardiologi Emirates-Indonesia ini, misalnya. "Dalam empat tahun yang akan datang, kita akan berusaha mencapai itu," tegasnya. Meski begitu, dia mengakui usaha itu butuh biaya besar. "Yang jelas saya akan alokasikan biaya yang cukup besar untuk pelayanan kesehatan," janjinya.
Rumah Sakit Kardiologi Emirates–Indonesia sendiri merupakan hasil kolaborasi strategis antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Kehadirannya diharapkan bisa memperluas akses layanan kesehatan spesialis, khususnya penanganan penyakit jantung. Dengan standar klinis internasional, fasilitas ini diharapkan memberi pelayanan yang lebih cepat, modern, dan terjangkau bagi masyarakat.
Jadi, mulai dari beasiswa penuh hingga pembangunan rumah sakit canggih di berbagai daerah, pemerintah tampaknya serius ingin membenahi sektor kesehatan. Waktulah yang akan membuktikan.
Artikel Terkait
Papa Zola The Movie: Tiga Tahun dan Rp80 Miliar untuk Sebuah Spin-off
Bus Rute Lampung-Bekasi Hangus Terbakar di Jalan Diponegoro, Seluruh Penumpang Selamat
Isra Miraj: Saat Waktu Tak Lagi Jadi Patokan
Bambang Tri Mulyono Kembali ke Meja Hijau, Gugat Ijazah Presiden di Ulang Tahunnya