Lebih lanjut diungkapkan, mayoritas tamu yang diundang oleh Bambang Saptono didominasi oleh para content creator, seperti Tiktokers dan YouTuber. Hal ini diduga kuat sebagai bagian dari strategi propaganda untuk membangun narasi tertentu di masyarakat.
Pengakuan dari Mantan Panitia Koordinator
Kang Julid menegaskan bahwa ucapannya bukanlah omong kosong. Ia mengaku pernah terlibat langsung sebagai panitia yang bertugas mengkoordinir massa untuk kegiatan serupa. Pengalaman firsthand inilah yang menjadi dasar pengakuannya.
Sebagai bukti, ia menyimpan koleksi kaos yang menurutnya menjadi alat bukti bahwa tamu-tamu di rumah Solo memang sengaja diundang dan dikoordinir dalam sebuah struktur yang jelas. Meski demikian, ia mengaku merasa jijik menyimpan kaos-kaos bergambar yang ia sebut sebagai "setan" tersebut.
Pengakuan ini memunculkan pertanyaan baru tentang objektivitas dan kesukarelaan dari kunjungan-kunjungan yang selama ini terlihat spontan di rumah Muldoko.
Artikel Terkait
Di Balik Gaduh KUHP Baru: Ketika Hukum Berubah Jadi Hantu di Ruang Publik
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Pidie Aceh Pagi Ini
Jakarta Diguyur Hujan Sepanjang Hari, Waspada Petir Mengancam
ASEAN Buka Pintu untuk Mata Uang BRICS, Dominasi Dolar Mulai Tergoyang?