Bom Bunuh Diri di Pakistan: Menteri Ungkap Pelaku Diduga Warga Afghanistan

- Jumat, 14 November 2025 | 10:00 WIB
Bom Bunuh Diri di Pakistan: Menteri Ungkap Pelaku Diduga Warga Afghanistan
Fakta Serangan Bom Bunuh diri di Pakistan: Pelaku Diduga Warga Afghanistan

Pelaku Bom Bunuh Diri di Pakistan Dinyatakan Warga Afghanistan oleh Menteri

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, secara resmi mengungkapkan identitas pelaku di balik dua peristiwa bom bunuh diri yang mengguncang negara tersebut. Berdasarkan pernyataannya, pihak yang bertanggung jawab atas serangan teror itu adalah warga negara Afghanistan.

Naqvi menegaskan, "Dalam dua insiden bom bunuh diri ini, yang terlibat adalah warga Afghanistan dan merekalah yang melaksanakan serangan." Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (13/11), mengonfirmasi keterkaitan pelaku dengan negara tetangga.

Hingga berita ini dirangkum, otoritas Taliban yang memerintah di Afghanistan belum memberikan tanggapan atau komentar resmi terkait tuduhan bahwa warganya diduga terlibat dalam aksi teror di Pakistan ini.

Kronologi Dua Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan

Rentetan aksi teror ini dimulai pada hari Senin (10/11). Sasaran pertama adalah sebuah sekolah militer yang berlokasi di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Insiden berdarah ini tidak hanya menewaskan pelaku bom bunuh diri, tetapi juga merenggut nyawa tiga orang lainnya. Situasi semakin mencekam karena serangan tersebut juga memicu baku tembak sengit antara kelompok milisi ekstrem dan pasukan tentara Pakistan.

Hanya berselang beberapa jam, tepatnya pada hari Selasa (11/11), gelombang teror berlanjut. Serangan bom bunuh diri kedua menargetkan sebuah pengadilan distrik di ibu kota, Islamabad. Dampak dari ledakan ini jauh lebih besar, menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 27 warga sipil lainnya mengalami luka-luka.

Dampak Serangan terhadap Hubungan Pakistan dan Afghanistan

Insiden keamanan ini terjadi di tengah memanasnya hubungan bilateral antara Pakistan dan Afghanistan. Ketegangan antara kedua negara telah berlangsung sejak sebulan terakhir, dipicu oleh serangkaian serangan drone di Kabul dan insiden saling serang di wilayah perbatasan keduanya.

Upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan, termasuk perundingan damai yang diadakan di Istanbul pekan lalu, dilaporkan menemui jalan buntu. Menanggapi situasi ini, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah menyerukan agar Afghanistan bersedia untuk kembali ke meja perundingan guna mencari resolusi damai.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar