Pencarian Kenzie: 19 Saksi Diperiksa, Tim Khusus Dibentuk untuk Usut Hilangnya Bocah Bungo
Penyelidikan atas hilangnya Muhammad Kenzie Alfarezzi, bocah asal Kabupaten Bungo, Jambi, yang telah berlangsung selama tiga tahun, terus digenjot. Hingga saat ini, kepolisian telah memeriksa sebanyak 19 orang saksi dalam upaya mengungkap kasus ini.
Iptu Bambang, Plh Kasie Humas Polres Bungo Jambi, mengonfirmasi perkembangan penyelidikan. "Sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 19 orang saksi," ujarnya. Sayangnya, dari seluruh keterangan saksi yang diperiksa, belum ditemukan petunjuk jelas yang mengarah pada pelaku atau keberadaan Kenzie.
Kenzie, yang kini seharusnya berusia 6 tahun, pertama kali dilaporkan hilang pada 1 September 2022. Kejadian ini diduga kuat merupakan aksi penculikan yang dilakukan oleh seorang perempuan di area dekat rumah korban di Dusun Danau, Bungo.
Tim Khusus Diterjunkan untuk Percepat Penyidikan
Menyikapi lambatnya temuan, Polres Bungo Jambi mengambil langkah tegas dengan membentuk tim khusus. Tugas utama tim ini adalah mempercepat proses penyelidikan dan mencari titik terang hilangnya Muhammad Kenzie Alfarezzi.
Bambang menegaskan komitmen pihaknya, "Saat ini sudah dibentuk tim khusus penyelidikan tentang hilangnya anak atas nama Kenzie."
Klaim Viral Bocah Suku Anak Dalam Bukan Kenzie
Beredarnya kabar viral di media sosial mengenai adanya bocah mirip Kenzie di komunitas Suku Anak Dalam (SAD) langsung ditindaklanjuti serius. Tim khusus yang dinamai Tim Gunjo segera diterjunkan untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut.
Tim ini berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Sat Reskrim Polres Merangin, Dinas Sosial, dan perwakilan SAD. Hasil pemeriksaan lapangan menyimpulkan bahwa bocah dalam viral tersebut bukanlah Kenzie. "Dari hasil pemeriksaan KK yang bersangkutan masih berumur 3 tahun, kemudian dari hasil pemeriksaan fisik yakni ciri-ciri khusus, tanda lahir bahwa benar yang bersangkutan adalah anak kandung dari SAD tersebut," jelas Bambang tegas.
Pencarian terhadap Muhammad Kenzie Alfarezzi masih terus dilakukan secara intensif oleh kepolisian.
Artikel Terkait
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak
Perindo Sultra Kurban Lima Sapi untuk Warga Kurang Mampu di Kendari
Atta Halilintar Sebar 12 Ekor Sapi Kurban ke Sejumlah Daerah di Jawa Barat
Ria Ricis Buka Suara soal Operasi Hidung: Bukan demi Estetika, tapi karena Gangguan Pernapasan Akibat Tulang Bengkok