murianetwork.com - Ajakan untuk memboikot produk es krim Walls yang merupakan anak perusahaan dari Unilever, perusahaan multinasional asal Inggris, ramai diperbincangkan di media sosial.
Hal ini menyusul pernyataan CEO Unilever, Alan Jope, yang menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus melakukan bisnis di Israel.
Penolakan terhadap produk Walls ini dilatarbelakangi oleh dukungan Unilever terhadap keberadaan Israel.
Israel dikenal sebagai negara yang telah lama menjajah Palestina dan menghancurkan kehidupan orang-orang Palestina.
Sejak tahun 1948, Israel telah merebut sebagian besar wilayah Palestina.
Akibatnya, negara Palestina terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.
Keberadaan pendudukan Israel di tanah Palestina telah menimbulkan konflik yang berkepanjangan hingga saat ini.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April