Syekh Yusuf Al-Makassari merupakan ulama dan pejuang asal Makassar yang lahir pada 1626 dengan nama Abadin Tadia Tjoessoep. Beliau adalah keponakan Raja Gowa Sultan Alauddin, raja pertama Gowa yang memeluk Islam pada 1603.
Syekh Yusuf dikenal sebagai pemimpin perlawanan terhadap penjajahan Belanda di Asia Tenggara. Setelah Makassar jatuh ke tangan VOC, beliau berlayar ke Banten pada 1664 dan menikah dengan putri Sultan Abdul Fatah Ageng Tirtayasa.
Karena kegigihannya melawan Belanda, Syekh Yusuf diasingkan ke Tanjung Harapan di Afrika Selatan pada 27 Juni 1693. Di tempat pengasingan di Zandvliet, Cape Town, beliau aktif berdakwah dan membentuk komunitas muslim pertama di Afrika Selatan, sehingga dijuluki sebagai "Bapak Islam Afrika Selatan".
Makna Historis dan Masa Depan Kerja Sama
Pembangunan Rumah Budaya Indonesia Syekh Yusuf akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan. Fasilitas ini direncanakan menjadi pusat kegiatan seni, budaya, dan interaksi antarkomunitas yang menanamkan nilai toleransi, spiritualitas, dan warisan Nusantara.
Fadli Zon menyatakan bahwa Syekh Yusuf Al-Makassari adalah jembatan peradaban antara Nusantara dan Afrika Selatan. Rumah budaya tersebut akan menjadi simbol persahabatan abadi kedua bangsa yang sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu.
Artikel Terkait
Iran Perkuat Armada Drone, AS Siagakan Pasukan di Ambang Ketegangan
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan