The Fed Turunkan Suku Bunga Lagi, Tapi Di Baliknya Ada Perdebatan Sengit

- Kamis, 11 Desember 2025 | 06:40 WIB
The Fed Turunkan Suku Bunga Lagi, Tapi Di Baliknya Ada Perdebatan Sengit

Rabu (10/12/2025) waktu setempat, The Federal Reserve kembali mengambil langkah yang sudah diantisipasi pasar: memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Kebijakan ini menempatkan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen, level yang tak pernah terlihat sejak akhir 2022.

Ini sudah jadi pemotongan ketiga di tahun 2025. Tapi jangan salah, di balik keputusan yang tampak mulus itu, ada perdebatan sengit di internal bank sentral AS tersebut.

Menurut sejumlah laporan, perbedaan pandangan di kalangan anggota The Fed ternyata masih besar. Bahkan untuk keputusan hari ini saja, tercatat tiga suara penentangan resmi. Beberapa anggota lain juga dikabarkan masih ragu-ragu dengan proyeksi kebijakan ke depan.

Jadi, apa langkah selanjutnya? Tampaknya, The Fed akan berhenti sejenak.

Ketua The Fed Jerome Powell, dalam konferensi persnya, terlihat ingin menekankan kesabaran. Dia berulang kali menyebut bahwa posisi The Fed saat ini cukup nyaman untuk menunggu dan mengamati.

"Kami punya ruang untuk melihat bagaimana data tenaga kerja dan inflasi berkembang," kira-kira begitu nada yang coba dia sampaikan.

Memang, proyeksi resmi untuk pertumbuhan dan inflasi menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Tapi Powell tidak mau terburu-buru senang. Dia masih melihat risiko mengintai di kedua sisi itu.

Di satu sisi, data ketenagakerjaan mungkin belum sepenuhnya menggambarkan realita di lapangan. Di sisi lain, Powell justru agak optimistis soal inflasi. Dia yakin gejolak inflasi akibat tarif tidak akan gampang menjalar ke seluruh perekonomian.

Lalu, apa artinya buat orang biasa? Secara teori, suku bunga yang turun bisa memberi angin segar bagi mereka yang punya utang. Namun, Powell sendiri mengakui dampaknya mungkin tak terlalu besar.

Terutama di sektor perumahan, masalahnya bukan cuma pada suku bunga. Pasokan yang tetap ketat membuat harga rumah sulit terjangkau, terlepas dari kebijakan The Fed.

Jadi, untuk sementara, The Fed memilih berjaga-jaga. Mereka seperti sedang menunggu kabut yang menyelimuti data ekonomi benar-benar hilang sebelum menentukan arah berikutnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler