Memang, proyeksi resmi untuk pertumbuhan dan inflasi menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Tapi Powell tidak mau terburu-buru senang. Dia masih melihat risiko mengintai di kedua sisi itu.
Di satu sisi, data ketenagakerjaan mungkin belum sepenuhnya menggambarkan realita di lapangan. Di sisi lain, Powell justru agak optimistis soal inflasi. Dia yakin gejolak inflasi akibat tarif tidak akan gampang menjalar ke seluruh perekonomian.
Lalu, apa artinya buat orang biasa? Secara teori, suku bunga yang turun bisa memberi angin segar bagi mereka yang punya utang. Namun, Powell sendiri mengakui dampaknya mungkin tak terlalu besar.
Terutama di sektor perumahan, masalahnya bukan cuma pada suku bunga. Pasokan yang tetap ketat membuat harga rumah sulit terjangkau, terlepas dari kebijakan The Fed.
Jadi, untuk sementara, The Fed memilih berjaga-jaga. Mereka seperti sedang menunggu kabut yang menyelimuti data ekonomi benar-benar hilang sebelum menentukan arah berikutnya.
Artikel Terkait
Trump Tunjuk Calon Hawkish, Wall Street Langsung Berdarah
Gelombang Mundur di OJK, Empat Pucuk Pimpinan Serahkan Surat Pengunduran Diri
Mirza Adityaswara Lengser, Kursi Pucuk Pimpinan OJK Mendadak Kosong
Indonesia Jadi Magnet Investor Global di Tengah Badai Utang Negara Maju