Dedi Mulyadi Terbang ke Aceh, Evakuasi Warga Jabar yang Terjebak Banjir

- Senin, 15 Desember 2025 | 07:15 WIB
Dedi Mulyadi Terbang ke Aceh, Evakuasi Warga Jabar yang Terjebak Banjir

Dedi Mulyadi Turun Langsung, Jemput Warga Jabar yang Terjebak Banjir Aceh

Aksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyita perhatian publik. Ia rela terbang jauh ke Aceh, hanya untuk menjemput langsung warganya yang terdampak banjir dan terisolasi di sana. Langkah ini diambil setelah ia mendapat laporan tentang puluhan pekerja asal Jabar yang terjebak dan kesulitan pulang.

Sabtu lalu, tanggal 13 Desember 2025, Dedi sudah bergerak. Dari Banda Aceh, ia naik pesawat Susi Air menuju Bener Meriah, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Takengon. Tujuannya jelas: memastikan evakuasi berjalan.

"Hari ini saya berjalan menuju pesawat Susi Air untuk terbang ke Bener Meriah, kemudian ke Takengon," ujarnya dalam sebuah unggahan TikTok.

Di Bener Meriah, setidaknya ada 18 orang yang perlu segera dipulangkan. Mereka berasal dari Purwakarta, Garut, dan Karawang. Sementara itu, di Takengon masih ada 22 warga Jabar lainnya yang menunggu.

"Dan kemudian di Takengon ada 22 orang. Yaitu warga Purwakarta, warga Garut, warga Karawang. Kemudian mungkin ada warga Subang," jelas Dedi.

Harapannya sederhana: proses ini lancar dan semua bisa kembali dengan selamat. "Semoga perjalanan lancar. Dan kita bisa terbang dengan selamat mendarat sampai tujuan. Dan bisa kembali membawa warga Jabar," pungkas mantan Bupati Purwakarta itu.

Sebelumnya, sebanyak 47 warga Jabar lainnya sebenarnya sudah dipastikan akan dipulangkan. Mereka adalah para pekerja bangunan yang sempat berjalan kaki dua hari sebelum ditemukan relawan. Rencananya, mereka akan diterbangkan ke Sukabumi dan Cirebon. Pemerintah provinsi juga sudah menyiapkan bantuan biaya hidup sementara untuk mereka.

"Mereka sudah punya bekal memberi biaya hidup untuk keluarganya, karena selama bekerja mereka sudah tidak lagi mendapat penghasilan," kata Dedi.

Namun begitu, tugas belum selesai. Perhatian Dedi kini beralih ke kelompok lain yang masih terisolasi di daerah yang lebih terpencil, seperti di Aceh Tengah dan Aceh Utara. Sekitar 25 orang lagi masih terjebak di wilayah Takengon yang akses jalannya sangat sulit, bahkan tak bisa dilalui kendaraan biasa.

"Jadi daerahnya belum bisa ditembus dengan kendaraan dan kemudian mereka masih mengandalkan makan, karena disitu masih ada penggilingan padi dan mereka tinggal di tukang warung," katanya menggambarkan kondisi darurat di lapangan.

Untuk menjangkau mereka, satu-satunya cara adalah lewat udara. "Nah, hari ini saya mencoba untuk berkomunikasi mudah-mudahan hari ini atau besok kita bisa menggunakan Heli untuk menyelamatkan warga Jabar itu," tegas Dedi.

Warga yang terisolasi ini diduga berasal dari Purwakarta, Subang, dan Cianjur. Tapi bagi Dedi, asal daerah bukan persoalan. "Berdasarkan informasi mereka itu adalah warga Purwakarta, warga Subang, warga Cianjur... tetapi warga manapun itu akan kami selamatkan," janjinya.

Komitmennya tak main-main. Ia bertekad menemui mereka langsung. "Jadi kami akan mencoba untuk berkunjung ke daerah itu mencari cara untuk bisa bertemu dengan warga Jabar dan membawanya kembali pulang. Saya ucapkan terima kasih mohon doanya."

Kadiskominfo Jabar, Mas Adi Komar, melengkapi informasi. Menurutnya, perjalanan Gubernur hari itu dimulai dari Banda Aceh ke Lhokseumawe via udara, lalu dilanjutkan secara darat menuju Aceh Utara dan Aceh Tengah. Perjalanan yang melelahkan, tapi tampaknya harus ditempuh.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler