Pembunuhan Saleh Al Arouri di pinggiran Kota Beirut pada Selasa, 2 Januari, semakin meningkatkan ketegangan di Lebanon. Apalagi Israel melakukan serangan ke selatan Dahiyeh yang merupakan basis gerakan Hizbullah di Lebanon.
Dalam pidatonya kemarin, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menggambarkan agresi Israel sangat mencolok dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Meski memberikan pernyataan tegas, hingga saat ini, Hizbullah belum mendeklarasikan perang terhadap Israel, seperti yang diharapkan banyak pihak pendukung Hamas.
Baca: 46 Milisi Hizbullah Telah Dibunuh Oleh Tentara Israel, Hizbullah Tembak Jatuh Drone Israel
Serangan yang membunuh Al Arouri dan ke wilayah Dahiyeh menjadi pukulan bagi Hamas dan juga menjadi pesan terhadap Hizbullah. Sejak dimulainya perang Israel dan Hamas pada 7 Oktober, Hizbullah dan militer Israel hanya saling bertukar serangan hampir setiap hari di perbatasan.
Para pengamat internasional menilai Hizbullah belum menyatakan perang karena telah memperhitungkan tindakannya jika terjadi perang dengan skala penuh melawan Israel. Perang Israel dan Lebanon tahun 2006 masih membekas di warga Lebanon, dimana Lebanon sejak saat itu hingga sekarang masih menderita krisis ekonomi besar-besaran. Hal ini ditambah tidak adanya dukungan publik luas dari warga Lebanon untuk mendukung konfrontasi militer dalam bentuk apa pun.
Para pejabat Israel telah memperingatkan Hizbullah bahwa Israel akan menjadikan Beirut sama dengan yang telah mereka lakukan di Gaza, jika menyatakan perang. Bahkan beberapa pejabat senior Israel menekan kabinet Netanyahu untuk memberi tindakan lebih keras terhadap Hizbullah demi melindungi komunitas Israel di dekat perbatasan.
***
Berita terkini lainnya dari tim redaksi kami dapat diakses lebih cepat melalui Google News
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: indonesia.jakartadaily.id
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela