Milisi Houthi secara tegas menyatakan melakukan tindakan pencegahan kapal dari negara manapun yang hendak berlabuh di Pelabuhan Israel.
Sebelumnya, milisi Houthi Yaman telah memberikan peringatan akan menembakkan bom ke kapal dagang internasional yang memaksa masuk ke arah Israel lewat Laut Merah.
Tercatat belasan kapal yang dihujani rudal oleh Houthi Yaman, namun tak ada korban jiwa melayang.
Houthi Yaman secara aktif menyerang berbagai kapal dagang mitra Israel misalnya dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang melintasi Laut Merah.
Berdasarkan laporan perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey, kapal pengangkut curahnya hangus terbakar akibat terkena 2 drone milik Yaman ketika berlayar di Laut Merah seminggu lalu.
Kapal container yang sedang bersandar sekitar 101 km dari Pelabuhan Hudaydah, Yaman Utara, juga hangus terbakar pasca diserang tembakan dari pesawat nirawak Houthi.
Kapal perang militer milik Pentagon beserta kapal-kapal komersial lainnya mengalami kerusakan setelah dibombardir kelompok Houthi karena mereka melintasi Laut Merah.
Belajar dari berbagai pengalaman pahit tersebut, akhirnya sejumlah 6 perusahaan kargo memutuskan untuk memberhentikan pelayarannya ke Laut Merah.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: surabaya.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela