Arab Saudi "mengharamkan" perayaan Tahun Baru yang jatuh pada tanggal 1 Januari. Negara Monarki di Teluk Arab ini bahkan memiliki polisi khusus yang memeriksa toko-toko menjual barang-barang Natal dan tidak ada jalanan untuk perayaan Tahun Baru.
Sebagai negara Muslim, Arab Saudi menjadikan Tahun Baru Islam sebagai pergantian tahun satu tahun kalender berdasarkan penanggalan Islam. Tahun Baru Islam yang jatuh pada bulan Muharram diawali dengan terlihatnya hilal atau bulan baru saat matahari terbenam. Kemunculannya menjadi pertanda awal bulan Muharram, salah satu dari empat bulan suci umat Islam.
2. IRAN
Iran menjadi negara Timur Tengah lain yang tidak merayakan Tahun Baru pada 1 Januari. Iran memiliki kalender Persia yang merayakan Tahun Baru Persia atau Nowruz setiap bulan Maret.
Nowruz secara harfiah berarti "hari baru" dan bertepatan dengan titik balik musim semi, yang menandai awal musim semi di tahun tersebut. Dikatakan bahwa Nowruz berakar pada Zoroastrianisme, sebuah agama Persia kuno.
Saat ini, perayaan Nowruz lebih merupakan perayaan universal atas permulaan baru dibandingkan hari raya keagamaan. Festival ini biasanya berlangsung beberapa minggu sekitar hari Nowruz. Warga Iran menyambutnya dengan kegiatan seperti bersih-bersih, baju baru, mengunjungi keluarga, dan berbagai ritual untuk keberuntungan di tahun mendatang.
Iran adalah negara yang hidup dengan aturan agama yang ketat dan itulah sebabnya Tahun Baru dirayakan menurut kalender Islam. Tidak dilarang merayakan Tahun Baru secara rutin dan etnis minoritas Kristen tidak menyembunyikan perayaannya.
3. ISRAEL
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianmassa.id
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang