Walaupun begitu, pertanyaannya sekarang adalah apakah ada negara yang bersedia menerima mereka?
Setidaknya 250 penduduk Palestina telah meninggal dan 500 lainnya mengalami luka-luka sebagai dampak dari serangan udara yang dilakukan oleh Israel di seluruh Jalur Gaza dalam periode 24 jam terakhir.
Ashraf al-Qudra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, menyatakan bahwa tim medis menghadapi kesulitan dalam merawat semua korban luka yang telah tiba di rumah sakit.
Ia mencatat bahwa jenis cedera yang dialami oleh para korban merupakan hal yang belum pernah terlihat dalam konflik-konflik sebelumnya.
Al-Qudra menambahkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit-rumah sakit di bagian selatan Jalur Gaza telah mencapai 350 persen.
Selain itu, ia menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan dan medis yang telah tiba di Gaza belum dapat memenuhi kebutuhan yang ada di rumah sakit.
***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jawapos.com
Artikel Terkait
Dewan Keamanan Membara: AS dan Iran Bertikai di PBB Sementara Armada Kapal Induk Bergerak
Foto Satelit AS Picu Guyonan Warganet Malaysia: Kami Cuma Punya Minyak Goreng, Bukan Minyak Bumi
India Desak Ribuan Warganya di Iran Segera Pulang, Situasi Makin Mencekam
Negara Teluk Desak AS Batalkan Serangan ke Iran, Khawatirkan Ledakan Harga Minyak Global