Arus Mudik Lebaran Pecahkan Rekor, Jasa Marga Catat 270 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta

- Jumat, 20 Maret 2026 | 22:01 WIB
Arus Mudik Lebaran Pecahkan Rekor, Jasa Marga Catat 270 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta

Arus mudik Lebaran tahun ini benar-benar memecahkan rekor. PT Jasa Marga mencatat angka tertinggi dalam sejarah, dengan lebih dari 270 ribu kendaraan memadati jalan keluar dari Jakarta. Puncaknya terjadi Rabu lalu, 18 Maret.

Angka sebanyak 270.315 kendaraan itu bukan main. Itu artinya lonjakan hampir 100 persen dari hari biasa, dan masih naik sekitar 4,8% dibanding puncak mudik tahun sebelumnya. Semua ini terkonsentrasi di empat gerbang tol utama: Cikupa (Barat), Ciawi (Selatan), serta Cikampek dan Kalihurip Utama (Timur).

Namun begitu, rupanya rekor tak berhenti di situ.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan lebih lanjut.

"Kami juga mencatat rekor baru untuk arus menuju Jalan Tol Trans Jawa. Jumlahnya mencapai 175.754 kendaraan, naik 6 persen dari tahun lalu. Ini yang tertinggi sepanjang sejarah."

Meski volumenya luar biasa, Rivan menyebut kondisi lalu lintas relatif bisa dikendalikan. Kuncinya ada pada rekayasa lalu lintas yang dianggap berjalan efektif. Meski begitu, kepadatan ekstrem sempat terjadi di beberapa titik, seperti Jalan Layang MBZ dan ruas Jakarta-Cikampek bawah.

Untuk mengatasi itu, Jasa Marga dan kepolisian menerapkan sejumlah strategi. Mulai dari contraflow yang mengubah satu lajur jadi tiga, hingga penerapan sistem satu arah nasional yang membentang cukup jauh. Hasilnya? Volume kendaraan di kedua ruas itu juga tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang masa operasinya.

Menurut Rivan, skenario yang disiapkan memang menargetkan kepadatan bisa terurai maksimal dalam waktu 12 jam. Dan target itu tercapai. Pada Kamis siang, 19 Maret, lalu lintas sudah dilaporkan lancar kembali dengan kecepatan kendaraan yang normal.

"Kami akan terus mengoptimalkan teknologi sebagai pendukung keputusan rekayasa lalu lintas oleh polisi. Koordinasi dengan semua pihak juga akan kami tingkatkan ke depannya," tegas Rivan.

Di sisi lain, Jasa Marga kembali mengingatkan soal aturan untuk kendaraan besar. Pengemudi kendaraan dengan tiga sumbu atau lebih diharap patuh pada SKB yang membatasi operasional mereka selama periode mudik. Pelanggaran terhadap ketentuan ini jelas bisa mengganggu kelancaran.

Menyambut masa arus balik, perusahaan punya imbauan lain. Masyarakat disarankan merencanakan perjalanan dengan lebih matang dan sebisa mungkin menghindari puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 Maret nanti.

Ada kabar baik juga. Rivan mengingatkan bahwa diskon tarif tol akan kembali diberlakukan saat arus balik, tepatnya mulai 26 Maret dini hari hingga 27 Maret.

"Sama seperti saat berangkat, kami imbau masyarakat mengatur waktu kepulangan. Tujuannya agar perjalanan mudik-balik Lebaran tahun ini bisa aman dan nyaman untuk semua," tutupnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar