Iran harus mengubur mimpi melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah serangkaian kejadian tragis menghantam perjalanan mereka. Bukan hanya di atas lapangan, tetapi juga di luar lapangan, tim asuhan Amir Ghalenoei menghadapi hambatan politik dan logistik yang luar biasa.
Sejak sebelum kompetisi, Iran sudah dilanda masalah. Urusan politik, penolakan visa, dan kekacauan logistik mewarnai persiapan mereka. Alokasi tiket untuk pendukung Iran banyak dicabut, menambah deretan panjang kesulitan.
Saat kompetisi berlangsung, Iran mengalami diskriminasi lokasi. Mereka harus bermain di Amerika Serikat, tetapi basecamp berada di Meksiko. Pemerintah AS hanya mengizinkan Iran berangkat dari Meksiko ke AS pada H-1 malam, membuat keberangkatan mereka mepet.
Di pertandingan melawan Mesir, Iran gagal meraih kemenangan karena gol dianulir karena offside tipis pada menit 90 7. Andai gol itu sah, Iran akan lolos ke 32 besar. Namun, nasib berkata lain.
Meski demikian, Iran masih memiliki peluang lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Namun, harapan itu sirna setelah di laga lain, Austria mencetak gol penyama kedudukan melawan Aljazair pada menit 90 6. Hasil imbang itu membuat Iran gagal melaju. Andai pertandingan Austria vs Aljazair ada yang menang, bukan seri, Iran akan lolos.
Artikel Terkait
UBS Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Taiwan 2026 Jadi 9,9 Persen
Harga Komoditas Turun Usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Kabel Menjuntai di Karawang, Empat Perjalanan Kereta Terlambat 59 Menit
Satgas Penyelundupan Polri Selamatkan Keuangan Negara Hampir Rp1 Triliun