Prospek Bisnis United Tractors Hadapi Tekanan, Target Operasional 2025-2026 Direvisi
JAKARTA - PT United Tractors Tbk (UNTR) menghadapi tantangan signifikan dalam operasional bisnis intinya seiring dengan pelemahan industri pertambangan batu bara dan kondisi pasar komoditas yang belum menunjukkan pemulihan berarti.
Dalam paparan kinerja kuartal III-2025, manajemen secara resmi merevisi target operasional untuk tahun 2025 sekaligus memberikan panduan awal yang lebih konservatif untuk tahun 2026.
PENYESUAIAN TARGET OPERASIONAL
Alat Berat: Perseroan memangkas target penjualan alat berat Komatsu dari 4.600 unit menjadi 4.500 unit untuk tahun 2025. Untuk tahun depan, target ditetapkan lebih rendah lagi pada kisaran 4.300-4.500 unit, mencerminkan proyeksi permintaan yang tetap lesu dari sektor tambang batu bara.
Kontraktor Tambang: Volume overburden untuk 2025 disesuaikan dari 1,18 miliar bcm menjadi 1,13 miliar bcm, mengikuti revisi produksi dari sejumlah klien. Meski demikian, manajemen memperkirakan volume kuartal IV-2025 dapat meningkat tipis sekitar 2% secara kuartalan dengan ekspektasi kondisi cuaca yang lebih mendukung.
Batu Bara: Penjualan batu bara sempat terkoreksi 14% secara kuartalan pada kuartal III-2025 akibat keterlambatan pengiriman. UNTR mempertahankan target penjualan 14,6 juta ton untuk 2025, namun menaikkan target menjadi 18,8 juta ton pada 2026 seiring penyelesaian infrastruktur pendukung.
STRATEGI DIVERSIFIKASI DAN PROYEK MASA DEPAN
Di tengah tekanan pada bisnis inti, UNTR terus memperkuat strategi diversifikasi ke sektor non-batu bara:
Emas: Target penjualan 2025 dipatok di level 234 ribu troy ounce, namun berpotensi melandai ke 215-220 ribu troy ounce pada 2026 akibat keterbatasan kapasitas fasilitas tailing. Ekspansi fasilitas baru diharapkan tuntas pada 2027.
Nikel: Segmen ini ditargetkan mencatat penjualan sekitar 2 juta ton pada 2025 dengan proyeksi stabil di tahun depan. Pengembangan smelter RKEF di tambang Stargate sedang berjalan sesuai jadwal, dengan uji coba operasional direncanakan mulai kuartal IV-2025.
Respons Kebijakan: Menghadapi rencana penerapan bea ekspor emas oleh pemerintah, UNTR aktif menjajaki alternatif penjualan ke pasar domestik melalui kerja sama dengan beberapa pembeli lokal.
AKUISISI DAN EKSPANSI JANGKA PANJANG
Perseroan telah menyelesaikan akuisisi tambang emas Doup milik anak usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk, yang diproyeksikan mulai beroperasi komersial pada 2028 dengan kapasitas produksi 140.000-155.000 troy ounce per tahun.
Secara paralel, UNTR terus mengevaluasi peluang akuisisi tambang emas, tembaga, dan mineral lainnya, terutama di kawasan Australia, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan nilai pemegang saham.
Analis pasar menilai outlook bisnis inti UNTR masih menghadapi tantangan, dengan diversifikasi ke sektor non-batu bara menjadi kunci penting dalam menjaga momentum pertumbuhan perusahaan di tengah volatilitas pasar komoditas.
Artikel Terkait
Harga Tembaga Melonjak ke Level Tertinggi Dua Pekan Dipicu Ketidakpastian Tarif AS dan Pasokan Mengetat
PACK Pastikan Regulasi Ekspor Baru Tak Ganggu Kinerja Perusahaan
IHSG Ditutup Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218,86 pada Sesi Pertama Perdagangan
45 Emiten Jadwalkan Pembagian Dividen pada Juni 2026, INTP Tertinggi Rp468 per Saham