Stasiun Semarang Tawang tampak ramai oleh kerumunan orang Minggu siang itu. Tapi keramaiannya berbeda. Bukan calon penumpang yang bersiap berangkat, melainkan puluhan orang yang antre panjang di loket. Mereka semua ingin membatalkan tiket.
Pemicunya adalah banjir yang melanda kawasan Pekalongan, Jawa Tengah. Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh terpaksa dibatalkan. Para penumpang pun tak punya pilihan selain mengantre untuk pengembalian dana.
Fiona, seorang penumpang berusia 30 tahun, termasuk yang menghela napas kecewa. Ia seharusnya naik KA Argo Merbabu menuju Jakarta pukul dua siang.
"Aku nggak tahu kalau ada banjir, baru tahu kemarin siang. Awalnya beli oleh-oleh dulu, ternyata kereta hari ini banyak yang dibatalkan karena banjir di Pekalongan,"
Ujarnya di sela antrean yang panjang. Rencananya buyar sudah.
Di sisi lain, Risma (22) juga merasakan hal serupa. Perempuan yang menunggu KA Joglosemarkerto ke Solo itu sudah dua jam terpaku di stasiun. Jadwal keberangkatan pukul 14.40 WIB ternyata hanya jadi harapan. Informasi yang diterimanya simpang siur.
"Katanya delay karena genangan air di Pekalongan. Tapi nggak ada info jelas. Temanku malah sudah dibatalkan jam 12.00 WIB tadi,"
Keluhnya. Suasana stasiun dipenuhi wajah-wajah bingung dan kecewa. Antrean di loket tak kunjung menyusut, sementara pengumuman resmi dari petugas terasa minim. Banjir di luar kota telah mengacaukan rencana perjalanan ratusan orang di sini.
Artikel Terkait
Bank Aladin Syariah Cetak Laba Bersih Rp150,7 Miliar di 2025, Melonjak 304 Persen
Menteri Koperasi: Koperasi Jadi Ujung Tombak Transformasi Ekonomi Pancasila Era Prabowo
Wamendagri: Masa Depan Jakarta Bergantung pada Penguatan Tata Kelola Kawasan Aglomerasi
Iran Klaim Tembakkan Rudal Peringatan ke Kapal Perang AS di Laut Oman