Pimpinan TNI-Polri Pantau Malam Takbiran dan Arus Mudik Lewat Video Conference

- Jumat, 20 Maret 2026 | 23:00 WIB
Pimpinan TNI-Polri Pantau Malam Takbiran dan Arus Mudik Lewat Video Conference
Pantauan Malam Takbiran dan Arus Mudik

Pemantauan Ketat Malam Takbiran Lewat Layar Konferensi

Jumat, 20 Maret 2026

Malam takbiran tahun ini dipantau dengan cara yang cukup berbeda. Dari balik layar, sejumlah pimpinan tinggi negara menggelar konferensi video untuk memantau situasi secara langsung. Mereka tak cuma melihat kondisi di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga membahas perkembangan arus mudik yang masih berlangsung.

Pertemuan virtual itu dihadiri oleh banyak pihak. Mulai dari Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Panglima TNI Agus Subiyanto, hingga perwakilan dari Kemenhub, BMKG, dan Basarnas. Mereka semua berkumpul, meski lewat layar, untuk memastikan semuanya berjalan lancar.

"Baru saja Bapak Wakapolri bersama Bapak Panglima dan menteri terkait melaksanakan video conference, melaksanakan pengecekan, pemantauan situasi malam takbir sekaligus laporan tentang arus mudik,"

Komjen Mohammad Fadil Imran, Astamaops Kapolri, di Polda Metro Jaya.

Di sisi lain, ada penjelasan menarik soal Operasi Ketupat yang digelar setiap tahun. Menurut Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, operasi ini esensinya jauh lebih dalam dari sekadar pengaturan lalu lintas.

"Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Bukan hanya kegiatan di bidang lalu lintas, bukan hanya mengawal arus mudik dan balik, tetapi Operasi Ketupat adalah negara dan Polri hadir untuk menjamin rasa aman baik dari sisi sosial dan sisi keagamaan."

Irjen Agus Suryonugroho.

Lalu, bagaimana kondisi arus mudiknya sendiri? Ternyata, puncaknya sudah terjadi lebih dulu, tepatnya pada Rabu (18/3). Angkanya cukup mencengangkan: 270 ribu pengendara tercatat meninggalkan Jakarta dalam satu hari itu saja. Jumlah itu naik sekitar 4,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami melaporkan bahwa arus mudik sudah berlangsung, dan puncak arus mudik adalah tanggal 18, di mana puncak arus mudik sejumlah 270.000. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, Operasi Ketupat 2025, ada peningkatan 4,26%," jelas Agus.

Soal rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah dan contraflow Agus menyebut semuanya berjalan sesuai rencana. Fokus sekarang beralih. Malam ini, seluruh satuan tugas dikerahkan untuk mengamankan perayaan hari raya keesokan harinya, mulai dari pengamanan sholat Ied hingga aktivitas malam takbiran.

Jadi, malam ini bukan cuma tentang doa dan takbir. Di balik layar, ada upaya serius untuk memastikan jutaan orang bisa merayakannya dengan tenang dan aman, sekaligus memastikan perjalanan mudik mereka lancar sejak hari-hari sebelumnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar