Persib Bangun Fondasi Baru dengan Target Pemain Berpengalaman Asia

- Jumat, 20 Maret 2026 | 22:01 WIB
Persib Bangun Fondasi Baru dengan Target Pemain Berpengalaman Asia

BANDUNG Sepak bola itu penuh kejutan, tapi sebenarnya petunjuknya sering sudah bertebaran. Kalau kita perhatikan baik-baik, arah angin di Persib Bandung mulai terasa. Ada aroma perubahan, sebuah fondasi baru yang sedang disusun pelan-pelan. Dan kali ini, pandangannya mengarah ke Asia.

Semuanya berpusat pada satu orang: Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia itu memang jarang buka suara soal strategi jangka panjang. Tapi, coba lihat saja nama-nama yang beredar di bursa transfer. Dari situ, rencananya mulai ketebak.

Ambil contoh Asnawi Mangkualam.

Bek kanan Timnas Indonesia yang sekarang main di Port FC Thailand itu bukan rumor baru. Namanya nyaris selalu muncul tiap tahun. Bedanya, kali ini sang pemain sendiri yang buka suara. Jawabannya jelas: ia mau balik.

“Saya terbuka untuk itu,” begitu kira-kira ucapannya di berbagai podcast dan wawancara daring. Sinyalnya positif banget. Cuma, ada satu halangan besar yang selalu ada: kontrak.

Port FC paham betul nilai Asnawi. Makanya mereka mengikatnya sampai 2029. Itu keputusan yang masuk akal dari sisi mereka, tapi jadi tembok besar buat Persib. Satu-satunya jalan cuma satu: tebus mahal. Di sinilah ambisi Persib benar-benar diuji. Seberapa serius mereka?

Tapi, ceritanya nggak cuma tentang Asnawi.

Di sisi lain, ada nama Pratama Arhan yang mencuat. Bek kiri dengan ciri khas lemparan jauhnya itu punya modal lain: pengalaman internasional. Kalau Asnawi andalannya stabilitas, Arhan bawa energi dan serangan dari sisi kiri.

Dua nama ini, kalau disatukan, ceritanya jadi lebih jelas. Persib lagi cari pemain yang udah punya jam terbang di level Asia, bukan cuma jago di kandang sendiri. Polanya kelihatan, kan?

Pendekatan ini masuk akal. Sepak bola Indonesia sekarang makin terhubung dengan regional. Main di level Asia udah jadi keharusan kalau mau bertahan di puncak.

Di sinilah gaya Hodak menarik perhatian.

Dia kayaknya nggak mau buang waktu bikin tim dari nol. Lebih milih cari pemain yang udah ‘jadi’, yang mentalnya udah teruji di tekanan tinggi. Asnawi dan Arhan itu bukan proyek latihan mereka langsung bisa dipasang. Akselerasi murni.

Lalu, ada satu lagi isu yang mengemuka: naturalisasi.

Beberapa tahun belakangan, pemain naturalisasi udah jadi bagian dari strategi sepak bola nasional. Mereka bawa kualitas dan pengalaman yang berbeda. Kalau Persib serius masuk ke jalur ini, gambaran tim mereka makin jelas: perpaduan antara lokal, diaspora, dan pemain yang udah biasa di panggung internasional.

Formula yang nggak cuma buat menang di Liga 1, tapi buat sesuatu yang lebih besar.

Namun begitu, rencana sehebat apapun selalu punya tanda tanya.

Ini strategi matang atau cuma reaksi gegabah karena tekanan buat menang? Apa dengan datangkan bintang-bintang berlabel langsung jadi jaminan tim jadi solid? Atau malah bikin ketergantungan? Sepak bola kita udah sering lihat proyek ambisius yang gagal karena tim nggak kompak.

Tapi dari polanya, Persib kayaknya nggak cuma asal kumpulin nama besar. Mereka lagi coba bikin identitas baru: tim yang lebih cepat, lebih kuat dalam duel, dan lebih siap hadapi tempo cepat ala Asia.

Dan di balik layar, Hodak tetap bekerja dengan caranya: dalam diam. Nggak banyak omong, nggak banyak janji. Biarkan waktu yang bicara.

Musim depan masih lama. Tapi batu pertamanya, pelan-pelan, sudah mulai ditata.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar