Hujan deras yang mengguyur Aceh Barat sejak Kamis lalu ternyata membawa konsekuensi serius. Akses jalan menuju komunitas adat terpencil Sikundo, di Kecamatan Pante Ceureumen, terputus total akibat longsor. Kejadian ini dipastikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
“Badan jalannya tertutup material tebing gunung di atas badan jalan,” ujar Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal, ketika dikonfirmasi di Meulaboh, Jumat malam.
Menurutnya, material tanah dan batu yang runtuh menutupi jalan itu panjangnya sekitar 15 meter. Dampaknya langsung terasa: kendaraan sama sekali tak bisa melintas, mengisolasi sementara kawasan pedalaman itu. Sampai saat ini, upaya pembersihan masih terus dilakukan untuk membuka akses.
Pemkab Aceh Barat sendiri sudah bergerak. Tim dari PUPR setempat dikerahkan untuk menangani tumpukan material yang menghalangi jalan. “Saat ini sedang dilakukan upaya pemindahan material oleh Tim PUPR Aceh Barat,” jelas Ronal.
Penyebabnya tak lain adalah curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut. Tanah yang sudah jenuh akhirnya tak mampu lagi menahan beban, lalu ambrol menutupi badan jalan. Namun begitu, longsor bukan satu-satunya masalah yang ditimbulkan hujan lebat ini.
Di sisi lain, banjir juga ikut merendam permukiman warga. Tepatnya di Desa Jambak, Kecamatan yang sama, Pante Ceureumen. Genangan air sudah masuk sejak Kamis malam, menambah daftar kesulitan yang harus dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah.
Artikel Terkait
Pelajar SMK di Samarinda Meninggal Akibat Sepatu Terlalu Kecil, Keluarga Terkendala Ekonomi
Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Rangkaian Libur Akhir Pekan Panjang Terbentuk
Kecelakaan Maut di Ciseeng: Pengendara Motor Tewas Usai Tabrakan dengan Pikap
PSI Tak Akan Beri Bantuan Hukum Institusional untuk Grace Natalie, Sebut Kasusnya Urusan Pribadi