Anggota DPR Soroti Huntara yang Tak Kunjung Rampung Jelang Idulfitri

- Jumat, 20 Maret 2026 | 22:30 WIB
Anggota DPR Soroti Huntara yang Tak Kunjung Rampung Jelang Idulfitri

Menjelang Idulfitri, suasana di sejumlah lokasi pengungsian di Aceh dan Sumatera Utara masih jauh dari kata layak. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhamad Abdul Azis Sefudin, tak bisa menutupi keprihatinannya. Dia menyoroti nasib warga terdampak bencana yang hingga detik ini katanya masih terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat.

Pembangunan hunian sementara atau Huntara yang dijanjikan pemerintah, ternyata tak kunjung rampung. Padahal, target awal sudah lewat. Azis dengan tegas menyebut ini sebagai soal komitmen di lapangan.

"Saya ingin pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan pembangunan Huntara," kata Azis saat dihubungi Jumat (20/3).

"Ini soal kebijakan dan komitmen di lapangan. Jangan sampai para penyintas merasa ditinggalkan tanpa kepastian yang jelas," tambahnya.

Menurut politikus muda itu, ketidakjelasan jadwal ini justru menambah beban psikologis. Bayangkan saja, berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan, lalu hari raya sebentar lagi, namun masa depan tempat tinggal masih samar. Itu berat.

Azis pun mempertanyakan keseriusan pemerintah. "Besok sudah Lebaran, dan tidak mungkin pembangunan diselesaikan dalam satu hari. Saya mempertanyakan keseriusan pemerintah, kapan tenggat waktu pastinya Huntara ini rampung?" tegasnya.

Dia mendesak agar ada kebijakan yang jelas dan cepat. Kehadiran negara, dalam pandangannya, tidak boleh cuma jadi janji di atas kertas. Harus nyata, harus dirasakan oleh masyarakat yang sedang kesulitan.

Kementerian dan badan terkait didesak untuk segera melakukan evaluasi. Bahkan, kalau perlu, ambil tindakan luar biasa agar keterlambatan ini tidak terus berlarut melewati hari raya.

"Negara tidak boleh membiarkan warganya merayakan Idulfitri di bawah terpal pengungsian tanpa kepastian," pungkas legislator asal Dapil Jawa Barat III ini.

"Negara harus hadir memberikan solusi nyata dan memastikan hak-hak para penyintas terpenuhi dengan layak. Agar mereka tidak merasa diabaikan berbulan-bulan lamanya."

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar