Jisoo BLACKPINK Dituduh Desainer Belgia Tak Kembalikan Busana Senilai Ratusan Juta

- Rabu, 06 Mei 2026 | 18:00 WIB
Jisoo BLACKPINK Dituduh Desainer Belgia Tak Kembalikan Busana Senilai Ratusan Juta

Penampilan perdana Jisoo, personel BLACKPINK, di ajang Met Gala 2026 yang digelar beberapa waktu lalu justru berujung kontroversi. Alih-alih hanya menuai pujian atas penampilannya, sang idola kini harus menghadapi tuduhan serius dari seorang desainer asal Belgia yang mengklaim bahwa busana yang dikenakannya merupakan hasil karya yang tidak dikembalikan.

Dalam gelaran Met Gala tahun ini yang mengusung tema "Fashion is Art", Jisoo tampil memukau dengan gaun peplum rancangan Dior. Gaun tersebut dihiasi payet dan motif bunga yang mempercantik penampilannya di karpet merah. Untuk menyempurnakan gaya, ia melengkapi busananya dengan choker, anting-anting berlian, serta empat cincin elegan yang menambah kesan mewah.

Namun, kemilau penampilan tersebut segera meredup setelah seorang desainer bernama Benjamin Voortmans, pemilik brand Judassime, mengunggah sebuah video di Instagram. Dalam unggahannya, Voortmans secara terbuka menuduh Jisoo dan timnya telah mencuri beberapa koleksi busana miliknya. Desainer yang berbasis di Antwerp, Belgia, itu mengaku telah mengirimkan sejumlah karyanya ke Korea Selatan sekitar enam bulan lalu untuk keperluan pemotretan sampul album BLACKPINK.

Voortmans menjelaskan bahwa pemotretan tersebut terus-menerus ditunda tanpa kejelasan. Ia sebenarnya tidak mempermasalahkan jika busana koleksinya batal digunakan. Namun, persoalan muncul ketika ia mulai meminta barang-barangnya dikembalikan dan tidak mendapat respons dari pihak Jisoo.

"Biasanya, aku hanya meminjamkan koleksiku selama satu hingga dua minggu, maksimal sebulan. Tapi sejak aku meminta baju itu dikembalikan, pihak Jisoo BLACKPINK tidak memberikan respons," ujar Voortmans dalam videonya.

Menurut pengakuan sang desainer, tiga buah busana dari koleksi terbarunya hingga saat ini masih belum dikembalikan. Voortmans menegaskan bahwa koleksi tersebut memiliki nilai yang cukup mahal dan sangat berharga baginya. Ia bahkan telah mengirimkan invoice dan kontrak kepada tim Jisoo, namun semuanya tidak ditanggapi.

"Aku sudah tidak peduli apakah Jisoo BLACKPINK mau memakai koleksiku atau tidak untuk pemotretan album. Satu-satunya hal yang aku inginkan saat ini adalah tolong kembalikan semua koleksiku," ungkapnya dengan nada frustrasi.

Di akhir video yang kemudian dihapus tersebut, Voortmans meminta bantuan warganet untuk menyebarkan pesannya agar sampai kepada Jisoo dan timnya. Ia menekankan bahwa tuntutannya sederhana, yakni menginginkan seluruh koleksi miliknya kembali.

"Tolong tag Jisoo dan timnya, dan bagikan video ini karena aku sudah muak dengan semua ini. Bagiku, semua koleksiku sangat berharga. Dan aku kehilangan banyak kesempatan karena semua ini," tutupnya.

Menariknya, sebelum video itu dihapus, sejumlah desainer lain turut angkat bicara dan berbagi pengalaman serupa. Seorang desainer mengaku pernah dihubungi tim Jisoo BLACKPINK yang meminta dikirimkan busana berbahan latex dari Los Angeles ke Korea Selatan untuk pemotretan. Desainer tersebut mengaku selalu menyewakan koleksinya, namun tim Jisoo justru meminta secara gratis.

"Syukurlah, aku tidak terpedaya dengan omongan mereka. Kalau tidak, mungkin koleksi latex berhargaku sudah raib. Karena biasanya, setiap mereka meminjam pasti dikembalikan dalam kondisi rusak," ujar desainer tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar