Kritik tersebut seiring dengan krisis sandera di Gaza dan kegagalan pemerintah dalam menemukan solusi untuk memastikan keamanan warga yang terdampak.
Baca Juga: Malam Minggu Berkilau di Yogyakarta, Presiden Jokowi Berbagi Kegembiraan dengan Warga
Di kota Ra'anana, dekat Tel Aviv, ratusan warga juga menggelar demonstrasi dengan tuntutan utama untuk pembubaran pemerintah. Unjuk rasa ini menjadi bagian dari gelombang ketidakpuasan yang meluas di berbagai kota Israel.
Sementara itu, di kota Caesarea, keluarga-keluarga yang memiliki anggota yang menjadi sandera di Gaza melakukan protes di depan kediaman Netanyahu.
Menurut laporan Yedioth Ahronoth, ini merupakan protes kedua kalinya dalam dua minggu berturut-turut.
Pejabat Israel memperkirakan bahwa sekitar 136 sandera masih ditahan di Gaza sejak serangan oleh Hamas terhadap titik militer Israel dan pemukiman dekat Gaza pada 7 Oktober lalu. Situasi ini terus menciptakan tekanan terhadap pemerintahan Netanyahu, dihadapkan pada desakan untuk menyelesaikan krisis dengan cara yang memuaskan masyarakat. ADM
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: mediapedomanindonesia.com
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden