Bahkan kedua negara pelanggan Lockheed Martin tersebut juga tengah mengalami konflik geopolitik pada saat ini.
Akan tetapi ada salah satu peristiwa kunci yang akhirnya membuat Negeri Paman Sam itu kemudian merubah keputusannya yang semula menolak menjual F-16 kepada negara pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan itu.
Persetujuan itu baru diketok palu akhir-akhir ini setelah parlemen Turki meratifikasi undang-undang yang mengizinkan Swedia untuk bergabung sebagai anggota NATO.
Adapun nilai kontrak penjualan 40 unit F-16 yang terdiri dari Block 70 dan 79 kepada Turki ditaksir mencapai angka 23 miliar dolar AS.
Sebelum kontrak pembelian unit baru disepakati, Turki merupakan salah satu negara pengguna F-16 dengan jumlah unit terbesar di dunia.
Sejauh ini, negara tersebut memiliki sebanyak lebih dari 250 unit jet tempur itu untuk memperkuat angkatan udara mereka.
Sementara nilai kontrak penjualan F-35 yang bakal diteken untuk memasok kebutuhan militer Yunani adalah 8,6 miliar dolar AS, namun jumlah unit yang akan dipesan belum diketahui secara pasti.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang