Depresi Berat Pasca Ditinggal Ayah, Motif Pria Tabrak Diri di Tanah Abang Terungkap

- Jumat, 07 November 2025 | 09:54 WIB
Depresi Berat Pasca Ditinggal Ayah, Motif Pria Tabrak Diri di Tanah Abang Terungkap
Motif Pria Tabrak Diri ke Mobil di Tanah Abang Terungkap: Depresi Pasca Ditinggal Ayah

Motif Pria Tabrak Diri ke Mobil di Tanah Abang Terungkap: Depresi Pasca Ditinggal Ayah

Polisi akhirnya mengungkap alasan di balik aksi nekat seorang pria menabrakkan diri ke mobil di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Insiden yang sempat viral di media sosial itu terjadi di Jalan Hj Fachrudin, Jembatan Tanah Abang, pada Minggu (2/11) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa pelaku bernama Aditya Nugraha (38) diduga melakukan aksinya karena mengalami depresi berat. Depresi tersebut dipicu oleh kepergian ayahnya yang meninggal dunia.

"Diduga Aditya berusaha menabrakkan diri untuk mengakhiri hidupnya karena depresi setelah ditinggal ayahnya meninggal dunia," jelas Susatyo dalam keterangan resminya pada Jumat (7/11).

Riwayat Gangguan Jiwa dan Pengakuan Saksi

Berdasarkan penyelidikan, beberapa hari sebelum kejadian, Aditya bahkan sempat dititipkan oleh ibunya ke rumah pamannya di Kampung Bali. Hal ini dilakukan karena Aditya kerap mengamuk tanpa alasan yang jelas di rumah.

Keterangan dari Ketua RT setempat, Asep, memperkuat fakta ini. Saksi menyatakan bahwa Aditya belakangan ini sering menunjukkan perilaku di luar kewajaran.

"Menurut keterangan saksi Ketua RT Asep, Aditya belakangan ini sering melakukan hal yang di luar dugaan seperti marah-marah, depresi, sampai mengancam mau bunuh diri," ujar Kombes Susatyo.

Kronologi Aksi Nekat di Jalan Raya

Aksi bunuh diri Aditya mencapai puncaknya pada Minggu sore. Ia mencoba mengakhiri hidup dengan cara menabrakkan diri ke badan mobil yang sedang melintas. Usahanya tersebut gagal dan justru menjadi perhatian publik setelah videonya direkam warga dan tersebar luas di platform media sosial.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan seorang pria berbaju merah tiba-tiba berlari dan menjatuhkan diri di depan sebuah mobil. Ia terlihat berpura-pura pingsan, yang menyebabkan gangguan pada arus lalu lintas saat itu.

Bukan Modus Pemerasan, Tapi Gangguan Mental

Awalnya, masyarakat menduga ini merupakan modus pemerasan terbaru, di mana pelaku berpura-pura tertabrak untuk memeras uang ganti rugi dari pengemudi. Namun, penyelidikan polisi membuktikan bahwa motif sebenarnya adalah keinginan kuat untuk bunuh diri yang bersumber dari depresi yang dideritanya.

Insiden ini menyoroti pentingnya kesadaran akan kesehatan mental. Jika Anda atau orang terdekat mengalami pikiran untuk menyakiti diri atau bunuh diri, segera hubungi layanan darurat setempat, datangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat, atau hubungi hotline Halo Kemenkes di nomor (021) 1500-567. Jangan ragu untuk mencari bantuan dan dukungan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar