Dalam acara Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukurnya. Ia bersyukur telah diajak bergabung dalam pemerintahan Joko Widodo selama lima tahun. Bagi Prabowo, periode itu bukan sekadar jabatan. Itu adalah masa magang. Masa pembelajaran yang sangat berharga.
“Saya bersyukur saya mendapatkan kesempatan saya diajak bergabung dalam pemerintah Presiden Joko Widodo selama 5 tahun,” ujarnya, Senin (5/1).
“Selama 5 tahun saya masuk ke dalam kekuasaan eksekutif. Jadi bagi saya 5 tahun itu adalah semacam masa magang, masa pembelajaran.”
Ia lalu bercerita tentang pengalaman pertamanya mengikuti rapat kabinet. Saat itu, pandangannya menyapu sekeliling ruangan. Pikirannya melayang ke Pilpres 2019, di mana ia menjadi kandidat yang kalah. Ada sebuah refleksi yang muncul dalam benaknya.
“Begitu saya hadir pertemuan kabinet pertama saya lihat sekelilingnya itu dan memang saya sudah tentunya hadir pelantikan,” kenang Prabowo.
“Saya mengatakan kepada beberapa rekan-rekan waktu itu kan 2019 saya kandidat yang kalah ya kan. Tapi saya waktu masuk ruang kabinet, saya melihat dan saya mengatakan seandainya saya menang sebagian besar Kabinet itu pasti saya ajak membantu saya.”
Menariknya, ucapan itu rupanya bukan sekadar bayangan. Menurut Prabowo, hal tersebut terbukti setelah dirinya terpilih menjadi Presiden. Ia tetap melibatkan banyak sosok dari kabinet sebelumnya.
Alasannya sederhana tapi mendasar. Memimpin negara sebesar Indonesia, kata dia, membutuhkan putra-putri terbaik. Tidak bisa asal pilih.
“Dan itu terbukti begitu saya jadi Presiden ya banyak dari mereka masih tetap saya ajak,” pungkasnya.
“Kenapa? Karena memimpin, mengelola dan mengendalikan pemerintahan untuk sebuah negara sebesar ini harus terdiri dari putra-putri terbaik, tidak bisa kita sembarangan.”
Artikel Terkait
ASDP Terapkan Diskon Tiket dan Tarif Tunggal untuk Mudik Lebaran 2026
Wakil Ketua BS OJK Soroti Kontradiksi Nilai Ramadhan dengan Korupsi Rp310 Triliun
Anggota Polri Meninggal dengan Luka Mencurigakan, Propam Polda Sulsel Lakukan Visum dan Pemeriksaan
Aktivis HAM Soroti Ironi Anggaran Negara Usai Tragedi Anak Meninggal karena Tak Mampu Beli Alat Tulis